Yogyakarta Bidik Pariwisata Berkualitas, Inilah Tren Pariwisata 2024 Peneliti UGM

Uncategorized334 Dilihat

TEMPO.CO, Yogyakarta – Pemerintah kota Yogyakarta Mencoba pindah bekerja di bidang pariwisata Pariwisata massal menjadi Pariwisata berkualitas Pada tahun 2024 Pariwisata massal mencari Turis Sementara itu, menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan yang datang setiap tahunnya Pariwisata berkualitas Hal ini meningkatkan pengalaman menginap wisatawan selama berkunjung.

“Pada periode tahun 2023, jumlah kunjungan ke Kota Yogyakarta akan lebih dari 7 juta wisatawan, hal ini akan berdampak besar terhadap perkembangan perekonomian Kota Yogyakarta,” kata Plt Wali Kota Yogyakarta Singgi Raharjo, Rabu. 17 Januari 2024

Namun Singgih, kota Yogyakarta yang memiliki keterbatasan lahan, tidak lagi membangun lahan yang luas. Mengembangkan dan meningkatkan fasilitas yang ada untuk memenuhi standar pelayanan, termasuk produk UMKM dan Ekonomi Kreatif.

“Jadi dalam situasi ini Pariwisata berkualitas “Hal ini dapat dilakukan dengan berpikir bahwa belanja wisatawan akan meningkatkan belanja produk dan jasa lokal,” ujarnya.

Perubahan tren pariwisata

Sementara itu, Desta Titi Raharjana, peneliti Pusat Kajian Pariwisata Universitas Gadja Mada dan penggiat pariwisata komunitas di Lembaga Desa Wisata Yogyakarta, mengatakan satu-satunya cara untuk mewujudkan pariwisata berkualitas adalah melalui proses perubahan tren pariwisata. sedang berlangsung.

“Pendekatan pembangunan sektor pariwisata harus mengedepankan inklusivitas, keberlanjutan, dan kualitas.Pariwisata berkualitas),” dia berkata.

Menurutnya, semua pihak perlu memberikan perhatian lebih untuk mendorong pilihan yang berkelanjutan, menghindari kepadatan yang berlebihan, dan berinteraksi dengan budaya dan komunitas lokal.

Pariwisata berkualitas diartikan sebagai pariwisata yang mencakup kegiatan yang meningkatkan nilai tambah pariwisata, pengalaman wisata secara keseluruhan, dan daya dukung lingkungan.

“Pertanyaannya, seberapa siap semua pihak menghadapi hal ini?”

Pariwisata ramah lingkungan

iklan

Sementara itu, Desta, berbagai pendapat ahli mengindikasikan selera wisatawan tahun 2024 dalam memilih jenis wisata ramah lingkungan.

Baca Juga  Bahas rancangan kementerian dengan pemerintah, DPR menunggu keputusan presiden dari Jokowi.

Tren ini terus berlanjut seiring dengan terus terjadinya peristiwa perubahan iklim, tentunya dengan mendorong kesiapsiagaan pengelola pariwisata dapat memastikan adanya praktik yang baik dalam perlindungan lingkungan di destinasi, termasuk desa wisata. Memanfaatkan perekonomian dan meningkatkan apresiasi budaya, ” dia berkata.

Kunjungan budaya

Dalam pandangan Desta, mencari pengalaman budaya di tempat yang dikunjungi masih akan menjadi kegiatan yang menarik wisatawan di masa depan. Selain itu, Indonesia menawarkan beragam budaya yang dikemas untuk memperkuat karakter atau identitas budaya guna mendukung revitalisasi sektor pariwisata.

Tren berolahraga sambil jalan-jalan nampaknya semakin diminati, Indonesia gudangnya konsep wisata kesehatan, ujarnya.

Pemanfaatan sumber daya lokal seperti rempah-rempah dapat dikembangkan sebagai pelengkap kegiatan wisata budaya. Selain itu, jamu telah diakui oleh UNESCO sebagai minuman warisan budaya takbenda yang mempertegas karakter jamu tanah air sebagai identitas bangsa Indonesia.

Desta meyakini semakin beragamnya fasilitas pendukung di destinasi-destinasi utama, seperti hotel dan restoran, berpotensi mempertemukan faktor-faktor yang mendorong atau menurunkan aktivitas bisnis dan rekreasi. Hal ini juga bisa dikembangkan di Yogyakarta.

Wiccasono Pribadi

Pilihan Editor: Resep Tradisional Termurah dan Termurah, Angkringan Branding Yogyakarta dengan Jargon Gema



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *