Tentara Israel memblokir konvoi evakuasi medis dan mengusir paramedis dalam keadaan telanjang

Uncategorized119 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Kantor OCHA PBB pada Selasa 27 Februari 2024 menyatakan demikian tentara Israel Dia memblokir konvoi evakuasi medis di kota Khan Younis di Gaza selatan, menangkap seorang paramedis dan memaksa anggota konvoi lainnya untuk melepaskan pakaiannya.

OCHA menyebutkan, kejadian itu terjadi pada Minggu, 25 Februari 2024, di tengah evakuasi 24 pasien dari Rumah Sakit Al-Amal di Khan Younis. Menurut laporan lembaga bantuan dan pejabat Palestina, kompleks rumah sakit dikepung selama serangan militer Israel terhadap Gaza.

Meski seluruh personel dan kendaraan dikoordinasikan dengan Israel, pasukan Israel memblokir konvoi pimpinan WHO untuk meninggalkan rumah sakit selama berjam-jam. Juru bicara OCHA Jens Laerke mengatakan kepada wartawan di Jenewa, Swiss: “Tentara Israel mengeluarkan pasien dan staf dari ambulans dan melucuti pakaian semua staf medis.

Menurut pernyataan itu, tiga petugas medis Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) sebelumnya telah menyerahkan identitas pribadi mereka kepada pasukan Israel, namun ditangkap. Laerke mengatakan seorang paramedis kemudian dibebaskan dan menyerukan pembebasan dua orang lainnya serta petugas kesehatan lainnya yang ditahan.

Insiden ini bukan hanya terjadi sekali saja, kata Laerke. Israel di masa lalu pernah menyerang konvoi bantuan, mengintimidasi, melecehkan dan memenjarakan relawan kemanusiaan, serta merusak infrastruktur kemanusiaan.

Pasokan bantuan kemanusiaan ke Gaza juga terhambat dan berkurang sehingga distribusi makanan menjadi sulit. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan dua rute bantuan kemanusiaan ke Gaza, yaitu penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom, tidak konsisten.

Di tahun Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 50 persen dibandingkan Januari 2024.

Sementara itu, jumlah truk yang masuk ke Gaza masih jauh di bawah target 500 truk per hari, dan sulitnya mendatangkan perbekalan melalui Kerem Shalom dan Rafah. Namun, Israel membantah bahwa mereka pernah memblokir bantuan kemanusiaan di masa lalu. Gaza.

Baca Juga  Mengenal Kenya Carques, Pemain Bola Voli Kuba, Mitra Megawati Hangstri di Jakarta Bee.

Dalam putusannya pada Januari 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Israel untuk menerapkan sejumlah tindakan sementara di Gaza, di mana masyarakat Palestina dianggap berisiko melakukan genosida. Salah satu tindakan yang diamanatkan adalah Israel memberikan layanan dasar dan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di Gaza.

iklan

Panel ICJ juga meminta Israel untuk menyampaikan laporan mengenai upayanya mematuhi perintah pengadilan dalam waktu satu bulan sejak putusan 26 Januari. Human Rights Watch (HRW) mengatakan Israel terus mengganggu penyediaan layanan dasar dan distribusi bahan bakar dan bantuan kemanusiaan di Gaza, yang mereka sebut sebagai kejahatan perang berupa hukuman kolektif dan sengaja membuat warga sipil kelaparan.

“Pemerintah Israel “Mengabaikan putusan pengadilan dan dalam beberapa hal memperburuk penindasan, termasuk semakin menghalangi bantuan penyelamatan jiwa,” kata Direktur Israel-Palestina Omar Shakir dalam laporannya pada Senin, 26 Februari 2024.

Reuters

Pilihan Editor: Mantan karyawan Google mengaku mengundurkan diri karena rasisme

Ikuti berita terkini Tempo.co di Google News, klik disini



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *