Sutradara Dandy Dewey Lacsono mengutarakan ide awal untuk membuat film dokumenter bersuara kotor

Uncategorized90 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Sutradara Suara kotor, Dandhy Dwi Laksono, awal ide pembuatan film terbarunya berawal dari keresahan melihat pemberitaan kecurangan pemilu atau pemilu 2024.

“Kami melihat berita para menteri setiap hari. Kampanye, Menteri tak malu menyebut bantuan sosial itu berasal dari Presiden. Jadi sepertinya kita sudah menghancurkan standar normal, ujarnya dalam video wawancara eksklusif di YouTube Indonesia Baru.

Ia mengaku pernah merasakan era Soeharto dan reformasi. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini tidak normal. “Tapi karena sepertinya dibuat setiap hari, ya. Ini bukan hal yang buruk. “Setelah beberapa saat, hal itu tampak normal bagi kami.”

Melihat banyaknya penipuan yang terjadi setiap harinya, ia merasa perlu adanya strategi untuk menjadikan penipuan yang terjadi setiap hari menjadi sesuatu yang terlihat dari jarak jauh. “Jadi seperti pemandangan helikopter, itu idenya,” ujarnya.

iklan

Ide tersebut semakin menguat ketika Dandy menonton podcast dari Fairey Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalus. “Ini gila, itu sesuatu yang saya benar-benar tidak pedulikan sebagai pegolf.”

Film dokumenter Suara kotor Tiga pengacara konstitusi, Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mokhtar, dan Feri Amsari turut serta. Ketiganya telah menyerahkan sejumlah dokumen yang merinci pelanggaran hukum dan kecurangan pada pemilu 2024.

Pilihan Editor:



Quoted From Many Source

Baca Juga  Sore ini Anda diajak DPP PKS Muhaimin Iskandar: ikut serta dalam hasil keputusan Dewan Keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *