Suara AS Ditolak, Bisakah Resolusi 377A Akhiri Perang Hamas Israel di Gaza?

Uncategorized145 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Zhang Jun, duta besar Tiongkok untuk PBB, tidak bisa mengendalikan amarahnya. Dia bersikeras pada akhirnya ketika dia diwawancarai oleh wartawan. Perang Israel dengan Hamas Di telepon Gaza. “Cukup sudah,” ujarnya pada Selasa 12 Desember 2023 seperti dilansir Al Jazeera.

June bersama wartawan di perbatasan Rafah, yang merupakan satu-satunya pintu masuk ke wilayah Katong, wilayah Palestina yang terkepung.

Selain bulan Juni, puluhan delegasi Dewan Keamanan mengunjungi Rafah kemarin. Setelah terbang ke Al-Arish, mereka diberi pengarahan oleh badan pengungsi PBB UNRWA mengenai situasi di Gaza sebelum menuju ke Rafah, yang berjarak 48 kilometer.

“Kenyataannya lebih buruk daripada yang bisa digambarkan dengan kata-kata,” kata Jose de la Gasca, perwakilan Ekuador untuk PBB, setelah pengarahan UNRWA.

Perwakilan Amerika Serikat dan Prancis tidak ikut serta dalam perjalanan tersebut.

Pekan lalu, Amerika Serikat menggunakan hak vetonya untuk menolak resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza. Penolakan AS mendorong seruan untuk berdialog dan bertindak, menggunakan resolusi PBB yang jarang terjadi untuk mengakhiri perang brutal Israel di Gaza.

Mesir dan Mauritania menggunakan Resolusi 377A(V) untuk mengadakan sidang darurat Majelis Umum PBB pada hari Senin. Resolusi tersebut menyatakan bahwa jika DK PBB gagal memenuhi tanggung jawab utamanya menjaga perdamaian dunia karena kurangnya persatuan, Majelis Umum PBB dapat mengambil tindakan.

Usulan-usulan ini harus dipenuhi, namun resolusi Majelis Umum PBB tidak mengikat secara hukum.



Quoted From Many Source

Baca Juga  Pelajari 4 alasan memposisikan bayi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *