Saran dokter untuk menjaga kesehatan petugas KPPS dan calon legislatif pasca pemilu 2024

Uncategorized55 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Bagian Pelayanan Medis RS Tamansari Jakarta, Dr. Ngabila Salama, petugas KPPS (KPP), Calon Legislatif (KALEG) dan Tim Sukses (TEAM) nantinya akan berbagi tips. pemilu 2024 Pada tanggal 14 Februari.

“Pemilu sudah selesai, deteksi dini adalah kuncinya. “Petugas KPPS, panitia pemilihan, calon legislatif, kelompok pemilih, pendukung diharapkan lebih peka terhadap keluhan kesehatannya masing-masing,” kata Ngabila, Kamis, 15 Februari 2024.

Ia menganjurkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar masyarakat khususnya pa petugas KPPSCalon legislatif dan kelompok kampanye bisa terhindar dari tanda-tanda potensi gangguan kesehatan fisik pasca pemilu 2024.

“Pemeriksaan kesehatan secara rutin, memakai masker di tempat umum, sering mencuci tangan, mengonsumsi vitamin D3 dan vitamin C secara oral atau suntik (sesuai anjuran dokter) agar tubuh tetap sehat dan daya tahan tubuh tetap kuat,” kata Ngabila.

Selain itu, CERDIK menganjurkan agar Anda menjalani gaya hidup sehat. Pola hidup sehat tersebut antara lain tidak merokok, berolahraga 30 menit sehari, makan 3-5 porsi buah dan sayur sehari, serta menghindari gula, garam, lemak, dan minuman manis.

Jangan lupa untuk tidur yang cukup minimal 7 jam dalam 24 jam. Hindari juga stres berlebihan dengan menjaga keseimbangan beban kerja dengan bersikap empati dan menjaga kerja sama tim yang baik. Bagi penderita penyakit kronis, pastikan untuk memeriksakan kesehatannya ke puskesmas atau klinik terdekat. Begitu pula pasca pemilu 2024, pasien yang mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan pilek sebaiknya segera berobat ke dokter.

Masalah kesehatan mental
Tidak hanya gangguan kesehatan fisik, gangguan kesehatan mental juga bisa dialami oleh anggota KPPS, calon legislatif, dan anggota tim. Apalagi, durasi pemilu yang lama dikhawatirkan akan menyebabkan kelelahan mental bahkan depresi.

Baca Juga  Sinta Namun pesan dari film Sinta: Ganjar-Atikoh merupakan contoh keikhlasan bagi generasi muda.

iklan

“Kesehatan jiwa (disabilitas) itu serius dan sederhana. Untuk kasus sederhana biasanya cukup berkonsultasi secara online dengan psikolog, psikiater, atau klinik rawat jalan,” kata Ngabila.

Ada beberapa gejala gangguan kesehatan jiwa ringan yang sering dialami anggota KPPS, calon legislatif, dan anggota tim pasca pemilu. Gejala-gejala tersebut antara lain kecemasan, sulit tidur, kemurungan, kehilangan minat, kelelahan, kaku, dan depresi ringan. Jika terlambat didiagnosis dan diobati, gejalanya dapat berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang serius atau gangguan kejiwaan (ODGJ).

Gejala berat pada ODGJ antara lain sulit berkonsentrasi dan mengalami halusinasi. Oleh karena itu Ngabila menyarankan Anda untuk segera berkonsultasi dengan ahlinya jika merasa ada masalah dengan kesehatan mental Anda. Hal ini dilakukan agar pasien segera mendapat penanganan berdasarkan diagnosis psikolog atau psikiater.

Namun dalam hal petugas KPPS, Calon legislatif, para anggota tim, simpatisan dan masyarakat umum merasa tidak memiliki masalah kesehatan jiwa, berpesan untuk selalu berpikir positif dan mengambil hikmah positif dari setiap kejadian. Jangan lupa untuk rutin membaca mengenai gangguan kesehatan mental dari sumber yang autentik dan terpercaya.

“Kemenkes merekomendasikan penerapan CERIA yang artinya kecerdasan intelektual, spiritual, emosional yang diikuti dengan kasih sayang, pengabdian, interaksi bermakna, dan kepedulian terhadap keluarga,” jelasnya.

Pilihan Editor: Psikiater memperingatkan hasil pemilu 2024 bisa memicu masalah kesehatan mental bagi penderita penyakit penyerta



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *