Saat liburan Imlek berjalan-jalan di kawasan Pecinan Yogyakarta, jangan lewatkan Desa Ketandan.

Uncategorized128 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Di Yogyakarta terdapat kawasan Chinatown di tengah kota yaitu kawasan Malibuboro. Kawasan Pecinan di sini dikenal dengan nama Kampung Ketandan. Desa ini menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi para pelancong yang berkunjung ke Yogyakarta, terutama saat liburan tahun baru. tahun baru Imlek. Desa ini terletak di persimpangan Jalan Margo Mulyo, Jalan Beskalan dan Jalan Ketandan.

Desa Ketandan Yogyakarta Ini memiliki sejarah dan arsitektur Tiongkok yang unik. Arsitektur bangunan di desa ini bercirikan suasana masa lalu. Sebagian besar rumah di Ketantan dibangun di bagian belakang dan pemiliknya menggunakannya sebagai toko.

tersebut warta.jogjakota.go.id, Sebagian besar penduduk yang tinggal di kawasan ini berprofesi sebagai pedagang emas dan perhiasan, toko kelontong, toko jamu, pemasok kebutuhan pokok, dan katering. Di tahun Pada tahun 1950-an, hampir 90 persen penduduknya beralih profesi menjadi pandai emas. Pada tahun 1955, kawasan ini menjadi tempat dibukanya toko emas pertama di Yogyakarta.

Melaporkan dari pariwisata.jogjakota.go.id, Desa Ketandan Memiliki hubungan sejarah dengan Keraton Yogyakarta. Sebab pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono III, kawasan Pecinan ini merupakan tempat tinggal para petugas pajak “Tondo” yang tugasnya memungut pajak suku Tionghoa untuk keraton Yogyakarta. Dari sinilah suku Tionghoa mempunyai peranan penting dalam sejarah dan perkembangan kebudayaan kota Yogyakarta.

Akumulasi budaya bertahun-tahun menghasilkan seorang pria bernama Tan Jin Sing yang menjadi manajer keturunan campuran Tionghoa dan Jawa. Ia merupakan putra seorang bangsawan Jawa, dan diangkat menjadi penguasa oleh Sri Sultan Hamengkubuwono III.

Tan Jin Singh merupakan anak dari ayahnya Demang Kalibeber di Wonosobo dan ibunya Raden Ayu Patrawijaya dari Mataram, keturunan Sultan Amangurat. Ayahnya meninggal ketika dia masih kecil. Ia akhirnya diadopsi oleh seorang pengusaha Tiongkok bernama Oi Teck Long.

Baca Juga  Profil Perdana Menteri Irlandia Simon Harris yang mengkritik Netanyahu dan mengakui negara Palestina

Ia kemudian mempelajari adat istiadat Tiongkok dan praktik budaya Jawa. Saat Teck Leong menikah dan tinggal di Magelang, Tan Jin Sing mempelajari budaya Belanda dan Inggris serta budaya Eropa.

iklan

Tan Sin Jing tumbuh menjadi seorang yang bijaksana dan cerdas. Mereka berteman dekat dengan Raffles yang saat itu menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Kemudian menjadi penghubung antara Sri Sultan Hamengkubuwono III dan Gubernur Jenderal Raffles. Akhirnya ia dilantik menjadi penguasa dan diberi gelar Kanjeng Raden Tumengung Sekodonongrat.

Kawasan Kampung Ketandan telah dihuni dan dikuasai oleh bangsa Tionghoa selama lebih dari 200 tahun. Sejak tahun 2006, kawasan ini menjadi wadah Pekan Kebudayaan Tionghoa Yogyakarta (PTBY) dalam menyambut Tahun Baru Imlek oleh pemerintah kota Yogyakarta. Beragam masakan khas Tionghoa disajikan seperti keranjang, kue, mie umur panjang, dan masih banyak lagi.

Setiap kali PTBY digelar, tidak hanya masyarakat Tionghoa saja yang mengunjungi Ketandan, namun warga Joja dan sekitarnya juga ikut menikmati acara yang ditawarkan. PTBY diadakan untuk melestarikan identitas kawasan Pecinan Kampung Ketandan dan melestarikan keanekaragaman budaya yang ada di Kota Yogyakarta.

SUKMA KANTI NOORANI I M.RIZQI AKBAR | Prajurit Wiccasono I EIBEN HEIZIER

Pilihan Redaksi: Kampung Ketandan, Pecinan Yogyakarta, tak bisa dibedakan dengan HB III dan Tan Jin Sing.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *