PWNU DKI Bicara Warna NU di AMIN dan GAMA, Bagaimana dengan Prabowo-Gibran?

Uncategorized236 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Sekretaris Daerah Nahdlatul Ulama Tanfidziah atau PWNU DKI Jakarta Tahyuddin Aditya menjelaskan, ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden tersebut memenuhi syarat dan layak dipilih oleh anggota NU. Dimulai dari pasangan Anis Raseed Basedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Ganjar Pranowo-Mahfud MD (GAMA) dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikannya pada acara Muhasabah yang diselenggarakan akhir tahun oleh PWNU DKI Jakarta bertajuk Doa Bersama Menuju Pemilu Damai dan Berkualitas 2024. Menurut Tahyudin, seluruh calon terlihat memiliki kepedulian terhadap agama Islam. Sabtu, 30 Desember 2023 di Masjid Istiklal Jakarta Pusat, “Kita tahu komitmen para pemimpin ini jelas mengenai kewarganegaraannya.

Ia menjelaskan, setiap calon mempunyai komitmen nasional seperti halnya NU. Pada pasangan calon nomor urut satu misalnya, terdapat gambar Muhaimin atau Paman Emin Dengan sejarahnya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sedangkan pada pasangan calon nomor urut tiga, Mahfud MD. Keduanya merupakan warga NU.

Sementara di nomor urut dua, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, ia melihat ada pasangan yang patriotik. “Pasangan calon, meski tidak memiliki warna NU, namun komitmen nasionalismenya kuat,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Tahyudin, anggota NU boleh memilih dan mendukung salah satu pasangan calon, namun tidak membawa nama lembaga. Karena NU sebagai organisasi punya aturan yang jelas untuk tidak menggunakan politik praktis, ujarnya. Namun, hal ini tidak menjadi masalah jika mereka memberikan dukungan atas nama mereka sendiri.

Belakangan ini terlihat ada acara yang anggotanya ikut serta dalam Tim Pemenangan Nasional atau TKN. Bahkan, menurutnya, para anggota telah kreatif membentuk relawan yang bercirikan NU.

iklan

Misalnya Turban NU (Sahabat Prabowo-Gibran Nusantara) atau Jaga NU – Jaringan Ganjar Nusantara, kalau AMINnya banyak, mirip dengan NU, tapi secara struktural tidak boleh. Artinya warna PBNU sudah jelas pada ketiga calon, semuanya ada, ujarnya.

Baca Juga  Bahas rancangan kementerian dengan pemerintah, DPR menunggu keputusan presiden dari Jokowi.

Dengan demikian, pengurus PWNU DKI Jakarta menyatakan tidak akan mengingkari hak politik anggotanya. Mereka berkomitmen untuk menciptakan pemilu yang damai, adil, tertib, dan aman. Sebab NU tidak mendukung politik nasional melainkan politik praktis.

Menurut Tahyudin, sejauh ini belum ada teguran dari Bawaslu hingga PWNU DKI Jakarta terkait kampanye pemilu atau pelanggaran pemilu. “Syukurlah hal ini tidak pernah terjadi, dan kami akan mempertahankan komitmen kami.” dia berkata.

Pilihan Editor: Gibran berkali-kali memaparkan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan DKI, pembagian susu oleh CFD, dan partisipasi anak.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *