Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan penggemar Grecian United, serikat masyarakat sipil menyentuh tragedi Kanjuraho

Uncategorized139 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Persatuan Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian mengutuk keras penembakan tersebut Gas air mata 19 November 2023 di Stadion Gelora Joko Samudro saat suporter Gresik bubar.

Kericuhan pun terjadi setelah Gresik United kalah 1-2 dari tuan rumah Deltras FC. Bentrokan berakhir dengan polisi menembakkan gas air mata ke arah pendukung.

Koordinator ContraS Dimas Bagus Arya mengatakan penembakan tersebut merupakan tindakan berlebihan dan tidak proporsional yang dilakukan aparat kepolisian.

“Kami menilai polisi menggunakan kekerasan berlebihan dalam peristiwa penembakan tersebut.Penggunaan energi yang berlebihankata Dimas dalam keterangan resminya, Senin, 20 November 2023.

Dimas mengatakan, selain melanggar hukum Kapolri, tindakan yang dilakukan polisi juga merupakan pelanggaran aturan keselamatan dan keamanan. FIFA (Peraturan Keselamatan dan Keamanan Stadion FIFA) Penggunaan gas air secara tegas dilarang.

Kasus ini hendaknya menjadi bahan baik bagi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Polri, manajemen klub, dan para pecinta sepak bola untuk mengkaji bersama, kata Dimas.

Merujuk pada tragedi Kanjuruhan

Selain itu, lanjut Dimas, postingannya Kanjuruhan sedihPolisi mengeluarkan Peraturan Polisi Nomor 10 Tahun 2022 tentang Keamanan dan Pertandingan Olahraga yang pada dasarnya menggunakan gas air mata, bom asap, dan tembakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 beleid tersebut.

Dimas berpendapat, tahun lalu polisi sepertinya tidak belajar dari tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, polisi kembali memilih gas air mata sebagai cara yang tepat untuk meredam situasi dan mengendalikan massa.

iklan

“Hal ini menunjukkan bahwa polisi belum benar-benar belajar dari pengalaman masa lalu. Upaya polisi mengkaji segala bentuk pelecehan dan perilaku berlebihan patut dipertanyakan, terutama terkait keamanan di acara olahraga,” ujarnya.

Baca Juga  Nedem menilai KPU gagal memitigasi ancaman tertundanya pengembalian suara.

Dimas mengatakan, apa yang terjadi di Yunani harus menjadi peristiwa terakhir dan para pihak harus melakukan peninjauan kembali.

“Untuk mendorong sepak bola Indonesia lebih terorganisir, perlu dilakukan upaya evaluasi secara komprehensif dan tentunya mencakup nilai-nilai hak asasi manusia untuk mencegah terulangnya tindakan tidak manusiawi yang memakan korban jiwa.” kata Dimas.

Melansir Antara, sedikitnya 10 polisi dan 7 suporter mengalami luka ringan dalam kekerasan pasca laga Gresik United kontra Deltras FC. Liga 2 Indonesia di luar Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Minggu sore, 19 November 2023.

Pasca kekalahan 1-2 Grsik United dari Deltras FC, kericuhan pun terjadi saat suporter tuan rumah berusaha berdemonstrasi di depan gerbang VIP untuk mengungkapkan kekesalannya.

Namun situasi memanas ketika para pendukung melemparkan batu ke arah polisi sambil diusir aparat keamanan. Aparat membalasnya dengan menembakkan gas air mata yang menarik ratusan pendukung Gresik Bersatu berserakan. Polisi menembakkan gas air mata untuk mengendalikan massa.

Ade Ridwan Yandwiputra | di antara



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *