Pilpres 2024, Survei Ungkap Perbedaan Pandangan Jajak Pendapat Gen Z dan Milenial

Uncategorized138 Dilihat

TEMPO.CO, Bandung – Layanan penyedia data Populis Melakukan survei tentang ekspektasi pemilih muda terhadap pemilu presiden atau Pilpres 2024. Alhasil, Generasi Z yang baru pertama kali didominasi oleh pemilih diketahui menaruh harapan besar terhadap pemimpin masa depan negaranya.

Sedangkan generasi milenial cenderung lebih pragmatis dan skeptis, kata Ketua Riset Sosial Vivi Zabki dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 24 Januari 2024.

Berdasarkan data restatement Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun 2024, pemilih generasi Z alias Gen Z usia 17-30 tahun dan generasi milenial usia 31-40 tahun akan mendominasi pemilu 2024. Jumlahnya mencapai 56,45 persen dari total. pemilih.

“Penelitian ini mengkaji pandangan pemilih muda, khususnya mengenai isu-isu sosial dan lingkungan, reformasi pendidikan, penciptaan lapangan kerja dan pembangunan berkelanjutan,” kata Vive.

Menurut Vivi, meski sama-sama muda, kedua generasi ini memiliki banyak perbedaan. Generasi Z, sebagai pemilih pertama, mempunyai ekspektasi tinggi terhadap pemimpin yang independen dan pro rakyat. Sementara generasi milenial yang lebih pragmatis menilai pemimpin berdasarkan kemampuannya dalam meningkatkan perekonomian dan menjamin kesejahteraan.

“Sebagai suara yang kritis, keduanya mencari pemimpin yang memiliki integritas, visi yang jelas, dan kemampuan memecahkan masalah,” tambah Vivi.

Carilah penemuan baru dengan kepraktisan dan skeptisisme

Survei dilakukan pada 31 Agustus hingga 12 September 2023 dengan melibatkan total 1.000 responden pria dan wanita di Indonesia. Populix antara lain telah membuat 16 acara obrolan grup kecil online dengan Gen Z dan Milenial di kota-kota kecil dan besar di Indonesia. Survei online dilakukan melalui aplikasi dengan waktu survei kurang lebih 15 menit.

Alhasil, Gen Z yang untuk pertama kalinya didominasi oleh pemilih menaruh harapan besar terhadap pemimpin masa depan negaranya. Mereka cenderung enggan mengasosiasikan diri dengan organisasi atau komunitas politik tertentu. Dalam pandangan mereka, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mandiri, pro rakyat, dan mampu memelopori perkembangan baru.

Baca Juga  Harga emas Antam saat ini stabil di Rp 1.075.000 per gram.

iklan

Aspirasi pemilih Gen Z tidak sebatas pada kepentingan pribadi, namun terfokus pada pemimpin yang mampu membawa perubahan positif. Terutama mereka yang mempunyai dampak langsung terhadap generasi muda.

Sedangkan generasi milenial cenderung lebih pragmatis dan skeptis. Mereka melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap rekam jejak para kandidat dan menganalisis dampak pemilu sebelumnya terhadap Indonesia.

“Menurut kaum Milenial, pemimpin yang baik adalah yang mampu memperbaiki kondisi perekonomian, menjamin kehidupan profesionalnya, dan keamanan finansialnya,” kata Vivi.

3 orang selektif

Selain itu, pada pemilu 2024 terdapat tiga pemilih independen yang akan memilih presiden yang tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun.

Selain itu, ada pemilih yang lebih memilih identitas yang sama. Mereka memilih presiden yang memiliki identitas yang sama, seperti ras, daerah asal, atau agama yang sama. Biasanya, mereka juga memilih calon laki-laki.

Lalu ada pemilih yang menilai integritas calon dengan menilai masing-masing calon presiden berdasarkan kemampuan dan pengalamannya masing-masing. Kelompok ini mengharapkan sosok pemimpin yang jujur, anti korupsi, memiliki visi yang jelas, berkompeten, rendah hati, mampu menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia, rekam jejak yang kuat, presiden yang tegas, berprinsip dan independen. Partai-partai politik.

Pilihan Editor: Bencana ini memicu tanah longsor di Sukabumi, merusak 12 rumah dan membahayakan puluhan lainnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *