Penelitian telah menemukan hubungan antara mengupil dan penyakit Alzheimer

Uncategorized55 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaPilih hidungmu Ini mungkin menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Meski banyak orang menganggap mengupil sebagai kebiasaan yang tidak berbahaya, sebuah penelitian terbaru di jurnal Health Biomolekul Ini menunjukkan hubungan antara mengupil dan penyakit Alzheimer.

Meskipun penyakit Alzheimer Suatu kondisi mengejutkan yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, penelitian ini menunjukkan bagaimana hal-hal yang tampaknya tidak berbahaya seperti membuang ingus dapat berkontribusi pada perkembangan Alzheimer.

Hubungan antara hidung dan Alzheimer

Penelitian bertajuk Peradangan saraf pada penyakit Alzheimer: Mungkinkah ada peran selektif dalam masuknya patogen intranasal melalui sistem penciuman? Mengupil dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer, sarannya.

Penemuan ini terjadi bersamaan dengan ditemukannya beta-amiloid, suatu protein yang dikenal sebagai faktor penting dalam perkembangan Alzheimer. Para peneliti berpendapat bahwa bakteri patogen dalam semprotan hidung dapat menyebabkan produksi beta-amiloid di otak, yang berkontribusi terhadap peradangan saraf yang terkait dengan Alzheimer.

Laporan tersebut menyoroti peran sistem penciuman sebagai pintu gerbang masuknya patogen ke otak. Patogen seperti virus, jamur, dan bakteri dapat menyebabkan infeksi terus-menerus pada jaringan hidung, yang akhirnya mencapai otak dan memicu proses neurodegeneratif. Hubungan langsung ini menyoroti pentingnya menjaga kebersihan hidung untuk mengurangi risiko Alzheimer.

iklan

Implikasi untuk pencegahan Alzheimer

Pencegahan penyakit Alzheimer sering kali berfokus pada gaya hidup, dan mengupil dapat menjadi salah satu pertimbangannya. Meskipun kebiasaan ini dapat memberikan solusi sementara terhadap kebersihan hidung, penting untuk memprioritaskan kebersihan hidung. Rekomendasinya mencakup metode yang lembut seperti membilas hidung dengan larutan garam atau membuang ingus untuk menjaga kebersihan dan mengurangi risiko patogen masuk ke otak.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengkonfirmasi hubungan antara hidung tersumbat dan risiko Alzheimer pada manusia. Studi pada tikus menunjukkan hasil yang menunjukkan bagaimana bakteri memasuki otak melalui saraf penciuman dapat menyebabkan timbunan beta amiloid. Penelitian pada manusia sedang dilakukan untuk menyelidiki temuan ini dan menentukan kemungkinan tindakan pencegahan terhadap Alzheimer.

Baca Juga  Israel menangkap saudara perempuan mendiang pemimpin Hamas Saleh al-Arori.

Hubungan antara keluarnya cairan dari hidung dan risiko Alzheimer menyoroti pentingnya memeriksa kompleksitas demensia dan berbagai faktor yang berkontribusi. Meski dibutuhkan lebih banyak lagi Riset Untuk lebih memahami hubungan ini, temuan ini menyoroti pentingnya menjaga kebersihan hidung untuk kesehatan mental.

Pilihan Editor: Salah satu dampak negatif dari mengupil adalah menyebarkan kuman penyakit



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *