Pemerintah Indonesia telah memberikan insentif properti hingga tahun 2024

Uncategorized133 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah Indonesia secara resmi memberikan insentif untuk hal ini. Properti sektor ini hingga tahun 2024. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlanga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut telah disetujui Presiden Jokowi dalam rapat kabinet hari ini, Selasa, Oktober. 24.

Pajak pertambahan nilai atas transaksi rumah atau properti sebesar Rp2 miliar akan ditanggung pemerintah 100 persen. Cakupan pajak pertambahan nilai 100 persen akan berlanjut hingga Juni tahun depan, ujarnya Rapat Harian Investor BNI 2023 Hari Ini. “Jadi kami berharap backstory di sektor properti bisa menyebar.”

Sementara itu, mulai Juni 2024 hingga Desember 2024, pemerintah akan menanggung 50 persen pajak pertambahan nilai sebesar $2 miliar. Pemerintah akan mendukung biaya administrasi sebesar 4 juta birr untuk warga berpenghasilan rendah hingga tahun depan.

Pemerintah Indonesia berharap kedua insentif ini mampu mendongkrak pertumbuhan sektor perumahan yang sebelumnya sebesar 0,67 persen.

Sektor perumahan dan konstruksi akan menyumbang 14 hingga 16 persen PDB pada tahun 2023 dan menciptakan lapangan kerja bagi 13,8 juta penduduk. Kedua sektor tersebut memberikan kontribusi terhadap pajak sebesar 9,3 persen dan pendapatan dalam negeri sebesar 31,9 persen.

Erlanga berharap pemberian insentif akan mengurangi kesenjangan sosial dalam hal perumahan sebanyak 12,1 juta rumah yang dibutuhkan.

Presiden Jokowi sebelum rapat kabinet mengatakan, insentif perumahan untuk meningkatkan investasi perumahan.

RIRI RAHAYU | di antara

Pilihan Editor: Properti Jakarta mungkin akan meningkat nilainya setelah pindah ke ibu kota baru

klik disini Dapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Baca Juga  Penipu tiket konser Coldplay kembali tertangkap di Depok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *