Pelaku kekerasan terhadap santri Pondok Pesantren Alhanafiya, Qadiri mengaku kesal dengan mentalitas korban.

Uncategorized111 Dilihat

TEMPO.CO, Dari Dr – Bintang Balkis Maulana yang melakukan penganiayaan Siswa Pondok Pesantren Al-Hanifiya di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengaku kesal dengan sikap korban yang dianggap ‘keren’. Bintang dituding tak mau salat berjamaah.

Kata kuasa hukum tersangka Rini Puspitasari, pelakunya. Penganiayaan Korban yang merupakan seorang pria lanjut usia merasa kesal dengan sikap Bintang. Ia pun memberikan informasi yang tidak pantas kepada orang tuanya tentang situasi di pesantren tersebut. Termasuk menceritakan kondisinya saat sakit di pesantren.

“Anak-anak (pelaku) bilang Bintang sakit karena disuruh. Lalu kami diimbau untuk tidak melakukan itu,” jelas Rini, Rabu, 28 Februari 2024.

Selain itu, perilaku lain yang membuat para korban geram adalah ketika Bintang tidak menunaikan salat berjamaah. Tapi, seingat salah satu spoiler, tanggapan Bintang dinilai kurang menyenangkan.

iklan

“Bintang ini menjawab ya… ya… lalu matanya membelalak. “Jadi akhirnya (pelaku) emosi dan dipukuli,” jelas Rini.

Akibat penganiayaan tersebut, Bintang mengalami luka serius pada Jumat pukul 03.00 WIB. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit namun tidak bisa menyelamatkan nyawa Bintang.

Pilihan Editor: Pemukulan penjaga di Kediri menyebabkan kematian selama 3 hari berturut-turut



Quoted From Many Source

Baca Juga  5 Drama Korea tentang Pelaut dan Nelayan, Hometown Cha-Cha-Cha salah satunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *