Mitos mengenai pengendalian kelahiran menjadi penghambat program KB.

Uncategorized187 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Berbagai mitos seputar penggunaan obat dan Kontrol kelahiran (Alokon) Cakupan layanan program KB masih menantang sehingga diperlukan pendekatan yang penuh kasih dan kekeluargaan untuk menjangkau peserta baru. Menurut Budi Utomo, guru besar kesehatan masyarakat Universitas Indonesia, berbagai mitos berkaitan dengan kepercayaan terkait dampak kesehatan, kesuburan, dan memiliki sejumlah anak dengan jenis kelamin tertentu.

“Masyarakat dengan latar belakang sosial ekonomi dan pendidikan rendah masih berkontribusi terhadap tingginya angka kesuburan total (TRF) di tingkat nasional karena masih memproduksi dan mempercayai mitos-mitos lama yang ada di sekitar mereka. Alat KB Itu,” kata Sobat, Jumat 20 Oktober 2023.

Selain mitos bahwa banyak anak membawa keberuntungan dan banyak anak laki-laki yang meningkatkan derajat keluarga, terdapat mitos penggunaan alat kontrasepsi IUD yang dianggap berbahaya dan berdampak buruk pada kelahiran anak. Mitos ini salah karena ada IUD yang mengandung tembaga dan bebas tembaga dan tidak mengandung hormon, sehingga baik wanita kurus atau gemuk, berjerawat atau flek, tidak akan terpengaruh oleh IUD tersebut.

Pentingnya peran tenaga kesehatan
dongeng Masalah lainnya adalah pemasangan IUD di dalam rahim, yang dapat menempel pada rahim dan merusak organ dalam. Bahkan, setelah dipasang, IUD tidak bergerak dan tidak membahayakan bagian tubuh mana pun.

Budi juga mengingatkan para tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan KB tentang latar belakang calon peserta yang mungkin tidak semuanya memahami dunia kesehatan. Pengajaran hendaknya dilakukan dengan penuh kasih sayang, mengutamakan penggunaan bahasa yang sulit dipahami.

iklan

Ia menyarankan agar tenaga kesehatan berpartisipasi dalam kelas dimana ibu hamil dan keluarganya berbagi informasi tentang Program Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) dan metode pemasangannya.

Baca Juga  Konon orang Tanah Abang yang setia pergi ke pasar dan membeli

“Tidak dapat dipungkiri, keluarga tetap mempengaruhi proses pengambilan keputusan apakah ibu baru boleh KB atau tidak. Keluarga seringkali menjadikan mitos-mitos tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan, sehingga mitos-mitos seputar KB perlu dibenahi. Ini juga melibatkan keluarga,” ujarnya.

Pilihan Editor: 6 Alat Kontrasepsi Modern yang Tidak Bikin Gemuk



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *