Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan pentingnya data untuk membuat program bagi penyandang disabilitas.

Uncategorized151 Dilihat

TEMPO.CO, Makasar – Menteri Sosial Tri Rismaharini Hal ini menekankan pentingnya pengumpulan data untuk menciptakan masyarakat inklusif bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut disampaikan Risma pada forum kedua ASEAN High Level Forum (AHLF) on Disability Inclusive Development and Post-2025 Partnership di Makassar, Sulawesi Selatan. Rabu, 11 Oktober 2023

Pak Risma mengatakan, pemerintah sedang berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengumpulkan informasi. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas secara tepat.

“Informasi itu penting namun menggali informasi itu tidak mudah, sehingga kita harus berkolaborasi dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi tersebut,” kata Ibu Risma.

Data untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas

Dengan informasi yang akurat, menurut Rizma, pemerintah pusat bisa mengetahui apa saja status penyandang disabilitas Disabilitas untuk memenuhi kebutuhan khusus mereka.

Mantan Wali Kota Surabaya ini mengatakan, Kementerian Sosial sendiri kini telah memiliki Data Jaminan Sosial Terpadu (DTKS) yang terkonfirmasi sejak tahun 2022, dan dengan data tersebut pihaknya dapat mendukung penyandang disabilitas yang hidup sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan gratis. . Dan mereka tidak punya keluarga.

Selain itu, Ibu Risma mengatakan, pihaknya telah memulai berbagai program yang ditargetkan untuk membantu penyandang disabilitas, seperti pelatihan kewirausahaan dan dukungan sosial.

Menurut Rizma, wirausaha penyandang disabilitas juga masuk dalam program PENA (Pahlawan Ekonomi Nasional). Para penyandang disabilitas ini bukan satu-satunya yang dilatih untuk membuat produk yang dapat dipasarkan.

Menteri Sosial Ia mengakui, kebutuhan anggaran untuk membantu penyandang disabilitas tidaklah mudah dan umumnya lebih besar dibandingkan jumlah bantuan yang diberikan kepada komunitas lain. Namun, ia menilai sangat penting untuk mengisolasi penyandang disabilitas.

“Yang terpenting adalah memberikan motivasi, lebih percaya diri dan membuat hidup mereka lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga  Shin Tae-yong mengaku stres karena sulit memanggil pemain Piala Asia U-23 2024.

Selain itu, Indonesia juga melindungi penyandang disabilitas sejak lahir.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *