Melakukan pujian Rektor PTN PTS kepada Jokowi di tengah hujan kampus

Uncategorized32 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Gelombang kritik terhadap presiden Joko Widodo Atau lanjut Jokowi dari kalangan akademisi. Para akademisi dari berbagai kampus di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Pajajajaran (UNPAD) mengutarakan bahwa situasi demokrasi dan politik di Indonesia kurang baik.

Di tengah upaya tersebut, muncul pernyataan tandingan yang memuji pemerintahan Jokowi. Salah satunya dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto atau UMP. Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jabul Soroso mengatakan, pujian tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja Jokowi. Presiden juga menyampaikan, khususnya kerja sama penanganan Covid-19, dalam penyediaan infrastruktur dan penelitian kepada perguruan tinggi.

Saya mengagumi kepemimpinan Presiden Jokowi dalam banyak aspek, salah satunya keberhasilan penanggulangan Covid-19, kemudian infrastruktur yang saya rasakan di Pulau Jawa, kata Soroso. Itulah kesungguhan kami sebagai akademisi dalam menyampaikan penilaian terhadap kinerja Jokowi,” kata Souroso. Ketika Anda bertemu waktu Sabtu malam, 3 Februari 2024.

Souroso membuat video yang menceritakan kekagumannya terhadap pemerintahan Jokowi. Dalam video tersebut, ia berharap pada pemilu 2024 nanti, bangsa Indonesia akan menemukan pemimpin yang bisa meneruskan kinerja Jokowi.

Souroso mengatakan, UMP memiliki cara pandang yang berbeda dibandingkan akademisi kampus lain dalam menilai kinerja Jokowi. “Saya hargai pendapat mereka, tapi yang saya lihat dan rasakan adalah kinerja Jokowi,” ujarnya.

Ia mengatakan, setiap orang berhak memilih sesuai hati nuraninya dan harus dihormati. Namun video tersebut tidak diposting di akun media sosial resmi kampus. Video tersebut direkam pada Jumat, 2 Februari 2024 di akun TikTok @enaknya.ngapain.y8.

Ketika ditanya waktu Untuk mengirimkan video buatannya, Suroso menolak membagikannya karena tidak ingin video tersebut viral. Dia baru saja memberikan link TikTok. “Saya mendapat postingan dari seorang teman. Saya tidak tahu pemilik akun tersebut. “Mohon maaf tidak bisa (membagikan) takutnya tidak menyebar seperti Tiktok,” ucapnya.

Baca Juga  Marco Bezecchi bercerita tentang perbedaan motor baru tim balap Pertamina Enduro VR46

Suroso mengatakan, pernyataan yang diberikannya hanya dari dirinya dan tidak diarahkan oleh pihak manapun. Souroso membantah dirinya diminta memberikan pernyataan positif terhadap kinerja pemerintah. “Tidak ada. Saya tidak membuat video yang saya kirimkan untuk PR,” katanya dari Abu Dhabi.

Ia pun memuji Unsod Jokowi>>

Kampus lain yang melakukan hal serupa adalah Universitas Jenderal Sodirman. Rektor Unsoed Akhmad Sodiq juga membuat video mirip Suroso yang dibagikan di akun TikTok yang sama @enaknya.ngapain.y8. Video Akmed diunggah pada Minggu, 4 Februari 2024. Video Akmed juga tidak dimuat di media sosial resmi kampus.

iklan

Dalam video yang diunggah di akunnya, Ahmed menyampaikan beberapa poin yang tak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Souroso. Mereka memuji kinerja Jokowi mulai dari infrastruktur, penanganan wabah Covid-19 hingga KTT G20 Indonesia.

Di tahun Katanya, pencarian pemimpin itulah yang bisa meneruskan kinerja Jokowi pada pemilu 2024. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak demokratis untuk menyampaikan pendapat dan harus dihormati.

“Silakan gunakan tapi hindari memaksakan pendapat. Pendapat sekelompok orang tidak bisa dipaksakan sebagai pendapat seluruh masyarakat Indonesia, ujarnya dalam video tersebut.

Ada beberapa video Wakil Rektor dan Rektor Kampus di PTN dan PTS yang berbicara tentang demokrasi dan pemilu 2024 di akun Tik Tok mereka. Tak hanya itu, konten di akun tersebut juga memuat beragam video dengan narasi pendukung. Kandidat nomor urut dua Prabowo-Gibran.

Akmad tidak menanggapi pesan atau panggilan telepon saat dimintai komentar mengenai video tersebut. waktu.

Pengamat politik Rocky Gering mempertanyakan kredibilitas kampus yang memuji Jokowi. Pemerintahan Jokowi telah mengabaikan etika dan menilai penerapannya saja tidak cukup. “Kabinetnya berantakan,” kata Rocky saat berbicara dengannya. waktu Sabtu, 3 Februari 2024.

Baca Juga  Libur panjang, pelanggan KA di Daop 9 Sabtu 47 ribu

Roki menduga kampus-kampus yang mengklaim kinerja Jokowi sukses punya masalah kepemimpinan. Misalnya, pengelolaan kampus bisa saja tertimpa permasalahan hukum. “Rektor, dekan atau guru hendaknya mempunyai informasi yang berkaitan dengan daerah dan dijaga,” ujarnya.

Souroso membantah pernyataan Rocky. Ia mengklaim kampus yang berada di bawah naungan Muhammadiyah ini bebas korupsi. Insya Allah tidak ada tuntutan hukum, baik KPK maupun JPU, kami hanya menunjukkan pendapat terhadap kinerja Presiden, ujarnya.

Uni Rohmawati | Davey Ernis



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *