Marwah, pakar keamanan siber, meminta KPU memperkuat sistem

Uncategorized228 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaProfesional Keamanan Siber Pratama Persada menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu memperkuat sistem teknologi elektroniknya agar integritas dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

“Ketika KPU menggunakan teknologi elektronik yang terhubung dengan Internet, pasti ada kerentanan, sehingga KPU harus menjaga sistem secara ketat agar kepercayaan masyarakat, integritas data, dan lain-lain tetap terlindungi dengan baik,” kata Pratama dalam diskusi online, Sabtu, 2 Desember , 2023.

Prathama mengatakan, reputasi KPU sebagai penyelenggara pemilu harus tetap terjaga jika terjadi kebocoran DPT Pemilu 2024.

Menurutnya, kejadian ini harus dijadikan insentif untuk memperkuat KPU demi kelancaran pemilu 2024.

“Yang penting sekarang bagaimana kita memperkuat KPU agar tidak ada yang mengganggu mereka dan hasil pemilu 2024 akan sama dengan apa yang terjadi saat pemungutan suara,” kata Prathama, Cyber ​​Chairman CISSReC. Lembaga Penelitian Keamanan.

Dalam kesempatan itu, Pratama mendesak agar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diperkuat. Salah satu cara penguatan yang bisa dilakukan adalah dengan memberdayakan BSSN untuk melakukan investigasi.

Oleh karena itu, mereka mempunyai kewenangan untuk melaporkan ketika BSN mengaudit atau melakukan digital forensik.

Jadi dia juga berhak mengatakan bahwa ini adalah kesalahan, ini masalah, sehingga tidak ada akibat hukum atau akibat hukum yang membocorkan informasi pribadi penyedia sistem elektronik, ujarnya.

iklan

Anggota KPU Idham Holik mengatakan, proses penerbitan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk keperluan pemungutan suara pada pemilu 2024 tidak terganggu dengan bocornya informasi pemilih di sistem KPU.

Idham mengatakan dalam diskusi yang sama, “untuk keperluan publikasi informasi pemungutan suara dengan aman dan tidak mengganggu.”

Terkait dugaan keterbukaan informasi pemilih, Idham belum bisa memastikan detailnya, termasuk apakah terkait informasi pemilih pada pemilu yang sama pada 2024 atau pemilu sebelumnya.

Baca Juga  3 Teratas Dunia; Sadar akan kekacauan di Singapore Airlines dan Israel, Irlandia dan Norwegia menarik duta besarnya.

“Belum bisa kami pastikan (terkait kebocoran data). Saat ini, sistem informasi Satgas Keamanan Siber KPU masih berfungsi,” ujarnya.

Dia belum bisa memastikan kapan hasil pencariannya Forensik Digital Ini akan tersedia untuk umum. “Iya prinsipnya (bila penyidikan selesai) akan kami umumkan,” ujarnya.

Pilihan Editor: Penelitian menunjukkan perempuan adalah target utama ujaran kebencian di media sosial.

Selalu update informasi terbaru. Simak berita terkini dan berita pilihan dari Tempo.co di channel Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate bergabung Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *