Komnas Ham Papua menyebut korban dugaan penganiayaan prajurit TNI telah meninggal dunia

Uncategorized65 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaKepala kantor perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramanday mengatakan, korban dugaan penyerangan anggota TNI dari Yonif Rider 300/ Brajawijaya di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, telah meninggal dunia.

Dari berbagai sumber diketahui bahwa korban penyerangan meninggal karena luka-lukanya. Korban luka Delphianus Kogoya meninggal dunia setelah dibawa ke Puskesmas Ilaga, kata Frits Ramandai kepada Antara, Selasa di Jayapura, 26 Maret 2024.

Fritz diduga diserang anggota Yonif Rider 300/Brajawijaya pada Februari lalu di Ilaga.

Setelah dianiaya, korban diserahkan ke Polsek Puncak di Ilaga, namun tubuhnya penuh luka dan dibawa ke rumah sakit dan kemudian dinyatakan meninggal. Namun tentunya kita menunggu hasil tes yang sedang dilakukan di Pomdam III / Siliwangi, kata Fritts.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Saya berharap dapat diberikan kesempatan untuk meminta keterangan kepada terduga pelaku kejahatan untuk mendukung penegakan hukum

Selain itu, Komnas Hamm akan segera menginformasikan kepada Polda Papua apakah korban ada kaitannya dengan KKB atau tidak, kata Frits Ramandai.

iklan

Aksi kekerasan terduga prajurit TNI di Kabupaten Puncak terungkap setelah sebuah video bocor di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat lima orang mengelilingi sebuah tong. Seorang pria Papua melihat ke dalam tong dengan tangan terikat ke belakang. Dia mengeluarkan darah dari kedua lubang hidungnya. Cairan merah mengalir ke wajah pria itu.

Para prajurit TNI bergantian menyiksa pria Papu tersebut dengan tinju dan senjata tajam.

Pilihan Editor: Video Viral Penyiksaan Warga Papua Oleh Prajurit TNI, PAHAM: Lebih Banyak Pembunuhan Di Luar Hukum



Quoted From Many Source

Baca Juga  Profil Perdana Menteri Irlandia Simon Harris yang mengkritik Netanyahu dan mengakui negara Palestina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *