Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Festival Budaya Desa Dongdala

Uncategorized56 Dilihat

informasi nasional – Untuk mendukung program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan, Direktorat Pembinaan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (PPK) menyelenggarakan Kebudayaan Desa Dongdala. Festival.” Kegiatan di Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Provinsi Lombok Timur, Provinsi NTB ini merupakan salah satu upaya mewujudkan dan mengembangkan kebudayaan di 7 wilayah di Desa Pringgasela Selatan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 23 Desember 2023 antara lain Pembuatan Janur, Pewarnaan Bejabur/Begawe, Niru Jaja Bejangkonga, Niru Jaja Bejangkonga, Seni Musik Tradisional Klinang Ngal Pankor Kopong, Tradisi Keagamaan Zikir Saman, Pringgalase Selatan. Pameran Budaya Desa, Pertunjukan Tenun.

Dalam sambutannya, Direktur Direktorat Pembinaan dan Pemanfaatan Kebudayaan Irini Dewi Wanti mengatakan, gerakan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pengembangan budaya di desa Pringgasla. “Tugasnya untuk memperkuat dan mendukung pembangunan desa, sekaligus meningkatkan sumber daya manusia agar generasi muda lebih peduli terhadap desanya,” jelasnya dalam sambutannya.

“Tidak kalah pentingnya mempererat kerukunan dan menjaga silaturahmi antar warga desa. Penting juga melestarikan dan melindungi tradisi adat, terutama persoalan ketahanan pangan yang diwariskan masyarakat secara turun temurun,” jelasnya.

Tujuan lain dari festival ini adalah untuk mempromosikan pembangunan desa berkelanjutan dengan landasan budaya yang kuat. “Dan tercapainya keselamatan masyarakat di Desa Pringgasela Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Perlawanan Budaya Syukur Asih Suprojo menjelaskan, tema Festival Budaya Desa Dongdala adalah “Sasak Sala, Ngisin Gumi”. Arti. Sebaliknya, menurut Dongdala sendiri, sebagian masyarakat Sasak menggambarkannya sebagai suatu perbedaan yang nyata. “Kegiatan ini menjadi pintu masuk untuk menjalin silaturahmi antar warga, melestarikan budaya desa dan pembangunan desa berkelanjutan,” kata Syukur.

Baca Juga  Review Poco F4 GT

“Festival ini akan mengangkat isu ketahanan pangan yang akan menjadi fokus rangkaian acara,” ujarnya.

iklan

Untuk itu, lanjut Syukur, amalan tersebut mempunyai makna “adat istiadat yang dilakukan di Desa Pringgasela Selatan dalam merawat bumi dan isinya”. Artinya masyarakat Desa Pringgasla Selatan mempunyai cara atau tradisi tersendiri dalam mengelola dan merawat tanahnya dan berdasarkan adat istiadat yang diwarisi dari nenek moyang, ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga akan menjadi jembatan untuk meningkatkan kesadaran terhadap budaya yang ada di Desa Pringgasela Selatan agar dapat dilestarikan untuk generasi mendatang.

Dan acara puncaknya adalah acara Apresiasi Desa Budaya (ADB). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan tertinggi program Pembinaan Kebudayaan Desa (PKD) yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2021.

“PKD sendiri bertujuan untuk membangun kemandirian, kesejahteraan, dan penghidupan berkelanjutan dengan berbagai sumber daya yang ada di desa. Mulai tahun 2021, melalui tahapan identifikasi, pengembangan, dan pemanfaatan 315 desa peserta PKD, kami berharap masyarakat desa dapat mandiri dan berdaya. , ” jelasnya.

Menurut Sukur, kegiatan ini untuk menegaskan bahwa desa telah menyusun rencana pembangunan berbasis budaya, narasi dan kegiatan adat, termasuk legitimasi dokumen pengembangan budaya desa dengan melampirkan sistem informasi budaya.

Sementara itu, apresiasi terhadap desa budaya merupakan pengakuan dan apresiasi terhadap prestasi desa dan masyarakat dalam mengukuhkan dirinya sebagai desa budaya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *