Karena tergesa-gesa menggelar konferensi pers, suara tak bermutu kubu Prabowo-Gibran dinilai ingin melemahkan dampak film tersebut.

Uncategorized96 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Pengukuran Politik Indonesia Adi Praytno menanggapi pandangan Kelompok Kampanye Nasional atau TKN Prabowo-Gibran yang menjelaskan dugaan penipuan dalam film tersebut Suara kotor Segera setelah film tersebut dirilis. Menurutnya, sikap tersebut bertujuan untuk meminimalisir dampak negatif film dokumenter terhadap mereka. Pilpres 2024.

“Tentu saja-Penghitung Film Suara kotor Menyapa mereka melalui pesan singkat pada Senin, 12 Februari 2024, Adi mengatakan, “Ini seharusnya merugikan mereka. Ia menilai kubu Prabowo-Gibran merasa perlu menyangkal seluruh isi film tersebut.

Menurut dia, keberatan kubu nomor dua adalah video klip, informasi, dan isi film tersebut beredar sebelum dirilis sehingga dapat merugikan mereka. “Wajar jika upaya untuk mengurangi dampak negatifnya harus dilakukan dengan cepat,” kata Adi.

Mereka sebelumnya menggugat kelompok hukum dan advokasi TKN Prabowo-Gibran atas pembuatan film dokumenter ekspositori. Suara kotor sebagai tindakan pencemaran nama baik. Faktanya, film tersebut tidak dirilis di platform YouTube.

Dalam keterangan resmi TKN Media Center Prabowo-Gibran waktu Pukul 10.51 WIB undangan dikirimkan ke wartawan. Film tersebut baru ditayangkan di YouTube Dirty Vote sekitar pukul 11.30 WIB. Durasi filmnya sendiri adalah 1 jam 57 menit. Sementara konferensi pers akan digelar pukul 13.30 di TKN Prabowo-Gibran Media Center, Jalan Sriwijaya 1, no. 16, Jakarta Selatan.

Dirty Vote, film dokumenter terbuka yang disutradarai Dandi Lacsono, menampilkan dugaan upaya Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengerahkan lembaga pemerintah untuk memenangkan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Film ini dibintangi oleh tiga pengacara konstitusi yakni Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mokhtar dan Feri Amsari. Mereka memberikan banyak informasi dan bukti serta mencatat pelanggaran hukum dan kecurangan pemilu yang terjadi saat ini.

Baca Juga  Direktur presiden blog memberikan pidato publik di Universitas Erlanga

iklan

Bivitri Susanti bercerita tentang alasan di balik keikutsertaannya dalam film tersebut. Suara kotor. Bivtri menyebut banyak terjadi kecurangan pada pemilu 2024.

Bivitri Susanti mengatakan, “Saya ingin ikut dalam film ini karena biar pemilu ini dianggap tidak bagus, nanti banyak orang yang menyadari kalau itu benar-benar penipuan yang luar biasa.”

Zainal Arifin Mokhtar menyatakan, ada tekanan terhadap kepala desa untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden tertentu pada Pilpres 2024.

Sementara Feri Amsari menilai film ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat. Feri Amsari berkata, “Film ini seharusnya mendidik masyarakat tentang betapa curangnya pemilu kita dan bagaimana politisi menggunakan masyarakat pemilih untuk memajukan kepentingan mereka.”

Pilihan Redaksi: Connie Bakri Hasto mengaku juga mendengar informasi soal Prabowo menjabat presiden selama 2 tahun.

Han Revanda Putra



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *