Israel menangkap saudara perempuan mendiang pemimpin Hamas Saleh al-Arori.

Uncategorized468 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Tentara Israel menangkap dua saudara perempuan wakil ketua pada hari Minggu Hamas Saleh Al-Aruriyang terbunuh awal bulan ini di Beirut, Lebanon.

“Pada Sabtu malam, pasukan pendudukan menangkap Dalal dan Fatima al-Arori, saudara perempuan martir Saleh al-Arori, setelah melakukan penggeledahan di rumah mereka di provinsi Ramallah dan kota Al-Beer di Tepi Barat tengah,” koordinator media Amani Farajneh mengatakan kepada Tahanan Masyarakat Palestina. Anadolu.

“Dalal ditangkap dari rumah keluarganya di kota Arura, barat laut Ramallah, sementara Fatima ditangkap dari rumahnya di lingkungan Al-Shorfa di kota Al-Bire,” kata Farajneh.

Kelompok Palestina Hamas mengumumkan pada 2 Januari bahwa wakil ketuanya, Saleh al-Aruri, tewas dalam serangan Israel di ibu kota Lebanon, Beirut.

Pasukan Israel telah menangkap 15 pekerja Jalur Gaza yang tinggal di kota Bidiya, sebelah barat Salfit, di Tepi Barat yang diduduki, Kantor Berita Palestina melaporkan. Wafa.

Badan tersebut mengatakan para pekerja tersebut berada di Kota Bidiya setelah Israel mengusir mereka dari tempat kerja mereka pada 7 Oktober.

Pada tanggal 7 Oktober 2023, setelah pecahnya perang Gaza, tentara Israel melanjutkan operasi militernya di Tepi Barat.

Eskalasi Israel di Tepi Barat telah menewaskan 347 warga Palestina dan melukai 4.000 orang, termasuk 593 anak-anak, sejak 7 Oktober, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

iklan

Hingga 7 Oktober, 5.850 warga Palestina telah ditahan, menurut badan penjara.

Israel telah melancarkan serangan udara dan darat berkelanjutan di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok oposisi Palestina di Israel yang menurut Tel Aviv telah menewaskan 1.140 orang.

Setidaknya 23.843 warga Palestina tewas, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, dan 60.317 orang terluka, menurut pejabat kesehatan Palestina.

Baca Juga  Cara menghentikan pesan promosi di aplikasi WhatsApp Business

Menurut PBB, 85% warga Gaza menjadi pengungsi karena kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, dan 60% infrastruktur wilayah tersebut rusak atau hancur.

Pilihan Editor: Lebanon Jadi Rumah Ratusan Ribu Pengungsi Palestina, Mengapa?

Anadolu



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *