Inilah dampak negatif stigma terhadap seksualitas dan reproduksi penyandang disabilitas.

Uncategorized74 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Banyak mitos yang tersebar di masyarakat mengenai penyandang disabilitas. Disabilitas Mereka adalah individu tanpa kehidupan seksual. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa penyandang disabilitas tidak memiliki kesadaran seksual seperti orang dewasa. Sebaliknya, penyandang disabilitas dianggap menyimpang jika mempunyai pilihan untuk memenuhi hasrat seksualnya.

Salah satu dampak negatif dari sikap negatif dan stigmatisasi penyandang disabilitas terhadap kehidupan seksualnya adalah penyandang disabilitas tidak mampu melahirkan dan mengasuh anak. Ada sejumlah isu yang mencerminkan skeptisisme masyarakat terhadap kemampuan perempuan penyandang disabilitas dalam merawat bayi dan kehamilannya.

Seorang ibu penyandang disabilitas telah dipisahkan dari bayinya sejak ia dilahirkan tanpa menyusui.

Akibatnya, banyak perempuan penyandang disabilitas terpaksa berpisah dari pasangannya yang juga penyandang disabilitas. Yang lain dilarang atau disarankan untuk tidak hamil. Ada pula yang langsung berpisah dengan anaknya setelah melahirkan, karena dianggap tidak mampu mengurus keluarga.

Jjen bertemu dengan pasangan tunanetra bernama Juanda dan istrinya Siyfa. Ketika Sifa hamil, dia tidak diperbolehkan tinggal bersama suaminya dan untuk sementara dibawa ke rumah keluarga. Pasalnya, banyak keluarga yang meragukan pasangan tersebut mampu mempertahankan kehamilan Saifa.

“Saat istri saya melahirkan, anak kami langsung dipisahkan dari ibunya, akibatnya anak tersebut tidak mendapatkan ASI dari ibunya, dan istri saya tidak mengalami rangsangan menyusui dini, dan akhirnya ASInya tidak keluar. dan tidak bisa menyusui,” kata Jegen Juanda saat dihubungi, Kamis, 25 Januari 2024.

Tak hanya berpisah saat melahirkan, Jaejan dan Sifa pun berpisah dengan putranya selama hampir 2 tahun. Hal ini menimbulkan duka mendalam bagi pasangan tunanetra ini.

Anak-anak penyandang disabilitas mengalami kerugian dari keluarga besarnya.

Bahkan, menurut Jegen, keluarga mempertanyakan kesehatan mata anaknya karena sama-sama memiliki orang tua yang buta. Seringkali, hanya untuk menguji penglihatan putranya, keluarga Jejun sengaja menyinari mata putranya dengan baterai.

Baca Juga  Strategi Volvo untuk mencapai target 250 unit di Indonesia pada tahun 2024

“Selama ini saya merasa anak saya sangat gugup saat melihat kilatan cahaya. Dia sering menangis tersedu-sedu atau terjatuh saat melihat api di kompor atau kilatan cahaya di langit,” kata Jagen. .

iklan

Keraguan masyarakat tentang kehidupan seks dan Perkalian Di tahun Pada tahun 2019, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Hak Asasi Manusia DPR RI, Ketua Asosiasi Kesehatan Jiwa Yeni Rosa Damayanti dirujuk sebagai disabilitas. Saat itu, data PJS menunjukkan banyak perempuan penyandang disabilitas intelektual yang terhambat untuk hamil. .

Meski tidak disebutkan secara jelas, namun wanita dilarang untuk hamil kekurangan mental Hal itu dilakukan secara sistematis. Yeni mencontohkan suntik KB yang diberikan kepada perempuan penyandang disabilitas mental oleh tenaga kesehatan tertentu tanpa sepengetahuannya. “Salah satunya suntik vitamin C yang seharusnya menjadi alat kontrasepsi,” kata Yeni saat itu.

Menemukan stigma dan stereotip

Sebuah studi yang dilakukan Joanne Neill terhadap 30 orang dewasa penyandang disabilitas di pedesaan Afrika Selatan menemukan bahwa mitos dan stereotip tentang seksualitas penyandang disabilitas berdampak negatif pada kehidupan dan identitas penyandang disabilitas.

Tidak hanya secara sosial, Isolasi Seksualitas dan reproduksi yang salah berdampak tambahan pada kehidupan sosial penyandang disabilitas. Sebagai definisi non-definitif mengenai disabilitas, berkurangnya kesehatan, masalah ekonomi dan berkurangnya kualitas hidup.

“Seksualitas seringkali menjadi sumber penindasan dan penderitaan yang besar bagi individu. Seperti yang dikutip Nile dalam bukunya, “Jauh lebih mudah bagi kebanyakan orang untuk merancang strategi untuk mengubah diskriminasi dalam pendidikan, perumahan, atau pekerjaan daripada membicarakan diskriminasi seksual dan reproduksi.” Meruntuhkan konstruksi khusus yang umumDiterbitkan pada tahun 2018.

Pilihan Editor: 4 Penyandang Disabilitas yang Berperan Membebaskan Dunia dari Perbudakan

Baca Juga  PNM kembali tahun 2023 untuk mendukung karya anak nasional



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *