Hanya Dibayar Rp 1 Juta, Artis Rumah Produksi Film Seks Jakarta Selatan: Aku Sakit Hati

Uncategorized160 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Anisa Tasia Amelia alias Meli merupakan salah satu saksi yang diperiksa penyidik. Polda Metro Jaya Dalam bisnis manufaktur Film seks di Jakarta Selatan. Ia mengaku menjadi salah satu pemeran yang terlibat dalam film besutan sutradara Irwansya –yang disebut-sebut berstatus tersangka– dari rumah produksi itu.

Mellie bilang itu ada di judul film. “Itu terjadi satu kali karena saya merasa tidak enak dan saya tidak ingin melakukannya lagi. Setiap saat Diskusi Saya, saya tidak mau,” kata Mellie pada Selasa malam, 19 September 2023 lalu, usai ujian.

Meli mengaku memutuskan menerima tawaran akting di film tersebut setelah berulang kali menghubunginya dari rumah produksi yang terletak di rumah kontrakan di Jatipadang, Pasar Minggu. “Rasanya panik, karena panggilannya terus menerus dengan nomor yang berbeda-beda, lima nomor,” ujarnya.

Menurut akunnya, tawaran pertama datang melalui Instagram. Meli ditawari honor sebesar USD 10-15 juta, meski pada akhirnya hanya dibayar Rp 1 juta. Pada bulan November 2022, pada konfirmasi transfer pembayaran ke rekening bank BCA muncul tulisan ‘Biaya tampilkan web Melly’.

Karena itulah dia menolak permintaan Irwansia. Ia dijanjikan bayaran sebesar 5 hingga 7 juta jika ingin bermain lagi dalam beberapa hari tertentu, namun ia menyatakan sudah tidak tertarik lagi.

Adegan yang menyenangkan?

Saat memulai pembuatan film, Mellie mengatakan bahwa dia sendirian dan tidak mengenal satu teman pun. Penembakan dikatakan tanpa naskah dan selalu dipaksakan. Saat itu, Mellie sempat berpikir untuk melarikan diri, namun tidak berani.

“Mereka disuruh bermain di sana dari jam 11 pagi sampai jam 3 pagi dan mereka dipaksa untuk memainkan semua pertunjukan yang diperintahkan untuk mereka mainkan,” katanya. Namun, ia mengaku tidak memerankan adegan menarik yang diminta sutradara.

Baca Juga  Hasil Liga Inggris: Chelsea masih terperosok di peringkat 11, ditahan 2-2 oleh Brentford.

iklan

Sebuah rumah yang dijadikan studio produksi film porno terletak di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terlihat pada Rabu, 13 September 2023. Tempo/Pembimbing Khoirunikmah

Wanita tersebut mengaku tidak mengetahui film tersebut adalah film porno. Irwansyah bercerita, film tersebut hanya legal dan sudah lolos sensor.

Mellie bahkan tidak tahu kalau filmnya sudah diunggah. situs web. Jadi dia bilang dia adalah korban. “Katanya dia yang membuat konten YouTube dulu dan lolos sensor,” ujarnya.

Film tersebut diunggah ke tiga website yang kini telah dilarang yaitu classangkat.com, togefilm.com dan boscinema.com dan keuntungannya mencapai Rp 500. Jumlah film yang diproduksi sebanyak 120 judul.

Dalam kasus ini, polisi total menetapkan lima orang tersangka, termasuk Irwansyah dan jajaran atau pegawainya. Merekalah yang ditangkap setelah polisi menggerebek rumah produksi film tersebut pada pertengahan Juli lalu.

Pilihan Editor: Bentrok antar Ormas di Bekasi, puluhan orang ditangkap polisi.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *