FPRI mengklaim 100 pengunjuk rasa tidak kembali ke rumah usai aksi unjuk rasa di DPR.

Uncategorized87 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Front Penyelamatan Reformasi Indonesia atau FPRI menyatakan 100 pengunjuk rasa tidak kembali ke rumah mereka setelah melakukan protes di depan mereka. DPR RI, Senayan, Jakarta Selasa lalu, 19 Maret 2024.

“Kami laporkan ada 100 orang yang belum kembali ke rumahnya,” kata Juru Bicara FPI Erwin Usman dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2024.

Menurut Erwin, pihaknya tidak bisa menyebut mereka sebagai orang hilang. Sebab, para pengunjuk rasa belum kembali ke negaranya.

Selain itu, FPRI menyebutkan 47 pengunjuk rasa ditangkap aparat. Hal tersebut diungkapkan perwakilan FPRI bernama Dini.

“Sedikitnya 47 pengunjuk rasa ditangkap setelah diseret, ditendang, dan ditendang,” kata Dini.

Akibatnya, dua pengunjuk rasa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, katanya. Mereka juga memberikan pernyataan sikap yang mewakili berbagai badan masyarakat sipil.

“Kami mengutuk keras kekerasan dan arogansi aparat keamanan terhadap demonstran damai.”

iklan

Pihaknya mendesak agar para pengunjuk rasa yang ditangkap polisi segera dibebaskan. Selain itu, DPR meminta RI mengambil langkah penting dan mendesak hak mempertanyakan pelaksanaan Pemilu 2024 segera dilaksanakan.

waktu Hal itu coba dikonfirmasinya kepada Humas Polda Metro Jaya Ade Ari Syam Indradhi. Namun Ade Ari tak menjawab pertanyaan 100 massa aksi yang tak kunjung pulang.

Dia membantah bahwa 47 pengunjuk rasa pernah ditangkap dan dianiaya di masa lalu. Pada Rabu, 20 Maret 2024, dia menjawab tidak melalui pesan singkat.

Sebelumnya pada Selasa, 19 Maret 2024, sejumlah besar masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR. Unjuk rasa tersebut membantah adanya kecurangan pada pemilu 2024.

Pilihan Editor: Bukber mengenakan gaun hitam di rumah Prabowo, Kaisang.

Baca Juga  Penduduk Pulau Rempang: Meski begitu, dia menolak untuk direlokasi.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *