Empat hewan utama di Asia terancam oleh deforestasi

Uncategorized64 Dilihat

TEMPO.CO, Banda Ace – Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan evaluasi Penggundulan hutan Disebabkan Binatang buas Lebih terpencil di dalam hutan. Hilangnya hutan alam terutama disebabkan oleh hewan-hewan penting di hutan Aceh.

“Deforestasi berdampak pada satwa-satwa utama, yaitu membagi habitat dan berujung pada isolasi satwa,” kata koordinator polisi hutan tersebut. BKSDA AcehRahmat, sebagaimana disebutkan di antara Di Banda Aceh, Senin 4 Maret 2024

Rahmat Aceh mengatakan dia memiliki empat hewan kunci. Yang pertama adalah gajah sumateraElephas maximus sumatranus) dengan perkiraan populasi 1.100 orang. Hewan kunci berikutnya adalah orangutan sumatera (Pongo abelii) adalah rumah bagi sekitar 1.400 orang.

“Kalau begitu, harimau sumateralah yang membuat saya khawatirPanthera tigris sumatera) menjadi 170-200 ekor. dan badak sumatera.Dicerorhinus sumatrensis) Lebih parah lagi, tinggal 20 orang, tidak bersama-sama, tim-timnya terpisah,” kata Rahmat.

Mengutip data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh (DLHK), angka deforestasi tahun 2018 Hutan alam Aceh mencapai 5,3 ribu hektare pada periode 2021-2022. 2,8 ribu hektar hutan alam telah hilang kawasan hutan. Sedangkan sisanya 2,5 ribu hektare berada di luar hutan.

Menurut Rahmat, deforestasi menyebabkan berkurangnya luas hutan, hilangnya berbagai spesies tumbuhan dan hewan, serta hilangnya habitat satwa liar. Hewan-hewan kunci, kata dia, diisolasi karena berkurangnya ruang gerak atau jelajah. Keadaan ini pada akhirnya menyebabkan perubahan perilaku satwa liar dan meningkatkan konflik dengan manusia.

iklan

“Perubahan perilaku hewan akan dibawa ke habitatnya. Misalnya monyet sering diberi makan, perilakunya menunggu di jalan dengan harapan diberi makanan,” ujarnya. Di sisi lain, mereka mencatat bahwa penggundulan hutan meningkatkan potensi bahaya hidrometeorologi dan kerusakan sumber daya air.

Baca Juga  Komnas HAM meminta pemerintah menghentikan sementara proyek Rempang Eco-City

Sebagai informasi, mengacu pada keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas hutan dan perairan Aceh mencapai 3,5 juta hektar. Kawasan hutan ini terbagi menjadi hutan lindung – termasuk hutan perairan – seluas 1 juta hektar; 1,7 juta hektar hutan lindung; dan 710 ribu hektar hutan produktif. Sedangkan kawasan konservasi lahan dan air yang dikelola BKSDA Aceh berjumlah total 419 ribu hektare yang terbagi dalam delapan kawasan.

Untuk itu, Rahmat Aceh menegaskan BKSDA akan terus melakukan upaya konservasi dan pengamanan. Tempat perlindungan. Upaya yang dimaksud antara lain patroli keamanan, penandaan perbatasan, pemasangan papan informasi kawasan atau terbatas serta pemberdayaan masyarakat lokal. “Kami juga akan memberikan penyadaran, pelatihan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan juga melakukan operasi represif dari sisi penegakan hukum,” kata Rahmat.

Pilihan Editor: Begini Pendapat Sekolah-Sekolah di Depok Terkait Dana BOS Reguler untuk Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *