Direktorat Jenderal Pajak: 12,7 juta wajib pajak melaporkan SPT

Uncategorized93 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaDirektorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan terdapat 12.697.754 wajib pajak yang melaporkan surat pemberitahuan pajak atau SPT per 31 Maret 2024 pukul 11.50 WIB. Angka tersebut mencapai 65,88 persen dari total penduduk yang wajib melaporkan SPT.

“Meningkat 4,92 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dewi Astuti dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 1 April 2024.

Laporan Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Tahun 2024 jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2024. Melaporkan SPT tahunan wajib dilakukan bagi warga negara Indonesia yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan, SPT digunakan untuk memindahtangankan perhitungan, pembayaran, Barang Kena Pajak dan/atau Barang Bukan Pajak, serta Harta dan Kewajiban.

Dewey mencatat, ada 393.012 wajib pajak yang melaporkan SPT secara manual. Wajib pajak tersebut terdiri dari 45.201 badan dan 347.811 orang pribadi. Secara keseluruhan, jumlahnya menurun sekitar 440 ribu dibandingkan tahun lalu.

Sedangkan jumlah wajib pajak yang melaporkan SPT melalui sistem formulir elektronik sebanyak 1.407.493 orang, terdiri dari badan 294.007 orang dan orang pribadi 1.113.486 orang. Kemudian 16 orang yang terdiri dari 10 badan dan 6 orang melaporkan melalui e-SPT.

Sistem yang paling banyak digunakan wajib pajak untuk melaporkan SPT adalah e-filing yaitu sebanyak 10.897.233 orang. Wajib pajak tersebut terdiri dari 9.099 badan dan 10.888.134 orang pribadi.

iklan

Menurut Dewey, masih banyak wajib pajak yang melaporkan SPT secara manual, hal ini menunjukkan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terbiasa dengan sistem online. Wajib Pajak yang melaporkan SPT secara manual tersebar di seluruh Indonesia, namun paling banyak berada di Jawa Barat dan Jawa Timur. Dan Sumatera.

Baca Juga  Jokowi: Tanya Menkeu soal utang proyek kereta cepat yang dijamin APBN

Bahkan di Jakarta, kata Dwi, masih ada masyarakat yang melaporkan secara manual SPT. Menurut dia, sebagian besar wajib pajak yang menggunakan cara manual adalah para pensiunan. Para pensiunan ini datang ke kantor Direktorat Jenderal Pajak karena kesulitan menggunakan sistem e-filing.

Pilihan Editor: Jasa Marga Tawarkan Diskon Tarif Jakarta-Semarang, Berapa Hemat?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *