Demo di KPU, sejumlah buruh menyoroti dugaan kecurangan pada pemilu 2024.

Uncategorized153 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Organisasi Serikat Pekerja Nasional menentang pemilihan umum atau pemilu 2024 Dikatakan banyak dugaan penipuan. Pelanggaran diduga terjadi sebelum dan sesudah pemilu.

“Banyak kecurangan menjelang pemilu hingga pelaksanaan dan banyak kecurangan hingga akhir pemilu,” kata Ketua Poros Buruh Jakarta Timur Indang Hidayat saat ditemui di dekat gedung KPU. , Jakarta Pusat, Rabu 21 Februari 2024.

Menurut Indang, kecurangan terorganisir pada pemilu 2024 termasuk pelanggaran hukum yang dilakukan pemerintah. Perkara tersebut berupa uji materiil Mahkamah Konstitusi terkait batasan usia calon presiden dan wakil presiden, dan keputusan MK tersebut menjadi karpet merah bagi Presiden Joko Widodo atau putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Calon wakil presiden.

Akhirnya, batas usia pencalonan presiden dan wakil presiden putra presiden terlampaui. Kasus itu terjadi dengan cara yang dibuat-buat,” katanya.

Kedua, pelanggaran terstruktur dengan mengarahkan kepala desa di berbagai daerah untuk memilih pasangan calon tertentu. Indang yang mengaku memulai aksi damai di depan gedung KPU mengatakan, “Ini bukti pelanggaran yang diorganisir dari atas hingga bawah. Ini bukti nyata pelanggaran yang dilakukan dalam pemilu kali ini.”

iklan

Kasus lain yang mengakhiri tugas ini di Indonesia adalah 27 federasi dan tiga konfederasi buruh, termasuk penghitungan suara yang dilakukan KPU melalui Sirecap. Ia mengatakan, dalam penghitungan suara itu merupakan upaya rekayasa sedemikian rupa agar tidak menyamarkan suara salah satu pasangan calon.

Di Tangsel di TPS 034 bukti konkritnya paslon 02 mendapat 86 suara. Tapi berubah menjadi 886 suara, kata Indang. Jika direvisi, lebih dari 800 suara akan dipindahkan ke TPS lain, sehingga sistemnya tidak bisa diubah.

Seiring dengan banyaknya pelanggaran dan dugaan penipuan, KPU hari ini menyatakan diminta melakukan penyelidikan forensik terhadap aplikasi SireCap yang digunakan KPU. “Saat kami lakukan riset, jumlahnya berubah ratusan, namun tidak mengubah persentase jumlahnya di Sirecap,” kata Indang, salah satu koordinator proyek.

Baca Juga  Apriani/Fadia yang lolos ke babak 16 besar Prancis Terbuka 2024 mempertahankan rekor kemenangan terbanyak pasangan Korea.

Pilihan Redaksi: Inilah untung ruginya menggunakan hak mempertanyakan kecurangan pemilu 2024.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *