Dalam prosesi bersama guru honorer, meminta pengangkatan ASN sekaligus sebelum Desember

Uncategorized163 Dilihat

TEMPO.CO, Garut – Ribuan Guru kehormatan Mereka menggelar aksi demonstrasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, di gedung DPRD setempat, Kamis, 22 Februari 2024. Di tahun

di dalam UU ASN Dijelaskan, pemerintah dilarang menerima atau mengangkat pekerja honorer. Mulai tahun 2025, jabatan pemerintahan hanya diisi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kami meminta pemerintah negara bagian mengangkat guru honorer,” kata Mamul Aul Fatih, Wakil Ketua Persatuan Guru Honorer Garut, di sela aksi.

Menurut dia, jumlah guru honorer mencapai 2.000 orang. Mereka lolos seleksi rekrutmen PPPK namun belum dilantik karena terbatasnya kuota dari Pemkab Garut.

Mamul mengatakan, kuota tahun ini hanya untuk 600 orang. “Bagaimana dengan yang lainnya?” “Selain itu, sekitar 500 guru berusia 50 tahun, jangan biarkan staf yang baru dilantik pensiun.”

Guru yang turun ke jalan sebagian besar merupakan tenaga pengajar sekolah dasar negeri. Mereka mengaku sudah lama mengabdi dengan gaji yang dikumpulkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp. 200 ribu setiap bulannya.

iklan

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengaku belum bisa berbuat banyak terhadap nasib para guru honorer tersebut. Pasalnya, jika semuanya diangkat menjadi pegawai ASN atau PPPK, maka pemerintah negara bagian tidak mampu membayar gaji guru honorer.

Noordin berjanji akan berkonsultasi dengan pemerintah mengenai pengembangan pegawai negeri dan reformasi birokrasi. “Saya akan berkonsultasi dengan kementerian pada hari Senin,” ujarnya di hadapan ribuan pengunjuk rasa.

Tak hanya itu, Noordin mengaku juga akan berkunjung ke Kementerian Keuangan. Ia menyatakan, saat ini anggaran pendapatan dan belanja daerah Garut sedang kesulitan dalam membayar gaji para tenaga honorer yang diangkat menjadi pegawai ASN.

Baca Juga  Review Iphone 14 Rilis: Spek, Kamera, dan Harga

Pilihan Editor: BMKG Tolak Istilah Badai Drainase di Rancaekek, Kenapa?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *