Barecream mengandung 10 kg bahan obat yang dikemas dengan keripik pisang dan air bahagia

Uncategorized158 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Badan Reserse Kriminal Mabes Polri atau Departemen Investigasi Kriminal Mabes Polri melindungi obat-obatan berbahayaObat) dalam kemasan keripik pisang dan botol air bahagia. Bahan baku obat seberat 10 kilogram yang dijual di pasar online tersebut diproduksi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pengungkapan ini bermula dari perlindungan siber di media sosial (medsos). Menurut Kabareskrim Polri Jenderal Wahyu Widada, tim penyidik ​​sudah memantau media sosial selama sebulan. Maka Kamis, 2 November 2023 lalu, polisi mengidentifikasi dan menangkap pelaku pengantar barang di kawasan Simangis, Depok, Jawa Barat.

“Kami menemukan barang bukti happy water dan keripik pisang. Dari total barang bukti yang kami temukan, ditemukan 426 bungkus keripik pisang berbagai ukuran dan 2.022 botol air bahagia. Masih ada 10 kilogram perlengkapan obat mentah,” ujarnya. Siaran Pers Kabarescream Jumat 3 November 2023.

Akibat operasi tersebut, Wahyu Widada mengatakan, polisi menangkap tiga orang di Depok sebagai pemilik rekening, pemilik rekening, dan penjual barang tersebut. Usai melakukan penangkapan, polisi mendatangi tiga TKP lainnya di Kabupaten Kaliaking Magelang, Potorono, dan Banantapan. Bantu.

Polisi menggerebek pabrik keripik pisang. “Selanjutnya kita tangkap dua orang di Kaliaking Magelang, keduanya produsen keripik pisang. Kemudian di Potorono kita amankan dua orang lagi yang memproduksi air bahagia dan keripik pisang, dan kita tangkap satu orang di Banantapan,” ujarnya. Krim kabaret.

Dari ketiga posisi di Jawa Tengah tersebut, MAP dijabat sebagai pengelola akun media sosial, pemegang akun D, ​​AS pemasok produk dan penjaga gudang pemasaran, BS sebagai pengolah/chef, EH sebagai pengolah/chef dan distributor, MRE sebagai pengolah/chef. , AR sebagai Prosesor/Koki dan R sebagai Prosesor/Koki.

iklan

Baca Juga  Perkuat lini pertahanan, Manchester United mengincar bek Sporting Lisbon Goncalo Inacio

Cabarescream menegaskan, pemberantasan narkoba dan obat-obatan terlarang harus dilakukan lebih intensif dan terkoordinasi. Hal ini harus dilakukan di seluruh jajaran kepolisian. Cabarescream mengatakan, “Sesuai arahan Presiden (Joko Widodo), pemberantasan narkoba harus lebih agresif, lebih berani, komprehensif, dan harus dilakukan secara terkoordinasi.”

Menurut Kabarescream, hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo mengikuti arahan Presiden Jokowi. Sesuai instruksi presiden, kepolisian negara harus menyerukan dan memerintahkan seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang dan mengakhiri pengendalian narkoba dari atas ke bawah.

Berdasarkan data yang dimiliki Polri, mayoritas pengguna narkoba adalah masyarakat usia kerja. Jadi ini tidak dapat disesuaikan dan tidak mendukung pengembangan jika tidak berhasil.

“Polisi BareScream dan seluruh aparat kepolisian negara telah membentuk satuan tugas antinarkoba.

Pilihan Redaksi: Bea Cukai dan Polisi menindak puluhan gram narkoba yang masuk ke Jayapura



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *