Baliho AMIN Dipasang Kembali di Kampung Akuarium Susun, Warga: Kami punya hak politik yang sama.

Uncategorized409 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri Dharma Dayani menjelaskan mengapa warga Kampung Akuarium Anis Basewedan-Kak Amin AMIN berani memasang spanduk dan baliho. Menurut dia, warga Akuarium Kampung Susun umumnya mempunyai hak politik yang sama dengan warga kampung Jakarta.

Selama ini warga Dharma sudah bisa mengurus rumahnya secara mandiri. “Kami umumnya seperti desa dan sebagian besar dari mereka. “Kami mengelola desa sendiri, kami membayar sewa 5 tahun langsung ke pemerintah, kami tidak mendapat subsidi air dan listrik,” kata Dharma kepada Tempo, Senin, 15 Januari 2024.

Dharma menegaskan, meski properti tersebut masih milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, namun pembangunannya akan menggunakan surat persetujuan rencana lingkungan atau tata guna lahan atau SP35. Sehingga pembangunannya tidak langsung menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBD.

Mereka juga merujuk pada ketentuan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPAD Provinsi DKI Jakarta tentang ‘yang boleh dan tidak boleh’ bagi penghuni Akuarium Kampung Susun.

Larangan yang kami pahami dalam proses PKS kami adalah: 1. Tidak boleh menjual gedung, 2. Tidak boleh menerima anjungan tunai mandiri, 3. Tidak memasang baliho komersial, 4. Tidak menyewakan kepada pemilik usaha retail (seperti Indomaret, Alfa , dll.) Jadi ini yang kita punya,” kata Dayani.

Oleh karena itu, mereka menilai hal tersebut bukan merupakan pelanggaran karena hak demokrasi mereka dianggap sama. “Kami punya hak demokrasi. Hak politik kami sama dengan warga di sana, boleh memasang spanduk di desa-desa di sana dan sebagainya,” kata Dharma.

iklan

Sebelumnya, pada Sabtu, 6 Januari 2024, pantauan Tempo, kawasan sekitar Akuarium Kampung Susun dipenuhi spanduk dan baliho Amin. Menurut keterangan Dharma, hal itu merupakan inisiatif warga untuk mendukung mantan Gubernur DKI Anyus Basedan pasca wilayahnya mengungsi. Mereka mengatakan uang itu hanya berasal dari sumbangan warga.

Baca Juga  Aaron Sutela dan Welbur Jardim Tak Ikut TC Timnas U-17 di Jakarta, Begini Penjelasan Bima Sakti.

Namun KPU DKI menyebut tempat tersebut termasuk salah satu tempat yang dilarang untuk menanam usulan kampanye politik. Oleh karena itu, Bawaslu Jakarta Utara bersama Panwaskam Penjaringan mengeluarkan teguran terkait larangan tersebut. Warga Akuarium Kampung Susun akhirnya sepakat untuk menurunkan spanduk dan baliho yang menempel di dinding dan pagar pada Senin malam, 8 Januari 2024.

Dharma mengaku warga kecewa dengan keputusan tersebut karena biaya yang digunakan tidak ada gunanya. Namun, mereka juga tidak bisa bergerak. “Di luar sana juga banyak uang, kita punya banyak uang, orang-orang yang tidak punya uang berjatuhan. Tapi ya, kita bicara bagaimana cara menurunkan semua itu, tidak mudah menjelaskan kepada warga bahwa kita harus menurunkannya,” katanya.

Untuk menunjukkan dukungannya terhadap pasangan calon nomor urut 1, mereka tetap memasang baliho besar berukuran lebih dari 7 meter di luar Akuarium Kampung Susun.

Pilihan Redaksi: Warga Relawan Bangun Tangki Air Akhirnya Bongkar Spanduk dan Baliho AMIN



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *