Apa fungsi warna dalam pemilu? Berikut penjelasannya.

Uncategorized87 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaPilihan umum Dilaksanakan pada hari ini, Rabu 14 Februari 2024. Usai mencoblos, pemilih wajib mencelupkan jarinya ke dalam tinta pemungutan suara yang telah disediakan. Sebenarnya apa fungsi warna saat pemilu?

Secara umum fungsi warna suara merupakan tanda bahwa seseorang telah menggunakan hak pilihnya sehingga mengurangi jumlah hak pilihnya. Untuk lebih jelasnya ulasan fungsi warna ada pada pilihan di bawah ini.

Fungsi warna selama pemilihan

Dalam pemilu, fungsi warna merupakan langkah sah untuk melindungi integritas suara dan mencegah penipuan. Warna pilihan Tidak hanya sekedar hiasan tetapi juga berperan penting dalam membangun demokrasi negara.

Padahal, warna pemilu menjadi alat dalam pelaksanaan pemungutan suara pada tahun 2023 sesuai Pasal 3 PKPU Nomor 14.

Warna digunakan sebagai simbol atau tanda pengenal masyarakat yang memilih. Warna dianggap menciptakan tanda yang nyata dan tak terhapuskan pada mereka yang terlibat dalam proses pemilu.

Oleh karena itu, banyak orang yang menunjukkan jarinya berwarna biru tua atau ungu tua setelah mencoblos. Hal ini akan memberikan kebanggaan bagi mereka yang memilih.

Warna pilihan biasanya sulit dihilangkan selama beberapa hari. Hal inilah yang memudahkan petugas mengidentifikasi pemilih yang telah memilih lebih dari satu kali. Fungsi warna pemilu adalah untuk mencegah terjadinya kecurangan dan kecurangan pada saat pemilu.

Warna pemilu memberikan tanda khusus kepada pemilih yang telah memberikan suaranya di TPS oleh Organisasi Pemungutan Suara (KPPS) sesuai Pasal 9 PKPU Nomor 14 Tahun 2023.

Sejarah penggunaan warna dalam pemilu

Di tahun Sejak pemilu tahun 1962 di India, india akhirnya menerapkan aturan pencelupan jari, yaitu menggunakan tinta pemilu untuk mencegah pemilih memberikan suaranya dua kali.

Baca Juga  Tendangan bebas Figo Denis menyelamatkan timnas Indonesia U-20 dari kekalahan di China pada laga uji coba

Kapan warna mulai digunakan pada pemilu di Indonesia? pemilu tahun 1999 Setelah restorasi. Tujuannya agar pemilu berjalan lancar tanpa adanya kecurangan.

iklan

Hingga saat ini, warna pemilu menjadi label dan hak paten ketika masyarakat memberikan suaranya. Hingga pemilu 2024, tata tertib pemilu akan ditetapkan oleh KPU.

Pemilihan warna persediaan sesuai KPU

Kriteria Warna Seleksi:

  1. Itu harus aman dan nyaman bagi pemiliknya. Tinggallah setidaknya selama 6 jam.
  2. Tidak menimbulkan alergi atau iritasi pada kulit.
  3. Sertifikat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) harus diverifikasi.
  4. Memiliki sertifikasi dari laboratorium pemerintah yang terakreditasi, universitas negeri, atau swasta.
  5. Mendapatkan sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
  6. Warna pilihannya adalah biru tua dan ungu tua.
  7. Tiap TPS menyediakan dua botol cat.

Bahan dasar pemilihan warna:

  1. Terbuat dari Gambir yang mengandung bahan kimia; flavonoid, katekin, alkaloid, dan bahan penguliti.
  2. bahan sintetis; perak nitrat (AgNO3) 3-4%, air suling, gambir, gentian violet, getah kayu, kunyit dan bahan campuran lainnya.

Setidaknya 30 ton daun gambir akan digunakan untuk memproduksi warna pemilu 2024.

Kemudian dijelaskan secara singkat fungsi warna yang digunakan setiap 5 tahun dan sejarah singkatnya.

Pada dasarnya fungsi warna digunakan untuk menghindari penipuan seperti double voting.

Putri Angita Viandini Nugroho

Pilihan Editor: Apa hukumnya shalat dengan warna pilihan? Berikut penjelasannya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *