3 Bagian Tubuh yang Sering Lupa Dibersihkan Saat Mandi

Uncategorized121 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Studi di jurnal Perbatasan dalam Mikrobiologi Sebutkan tiga Bagian tubuh Yang paling kotor, namun sering lupa dibersihkan saat mandi, berada di belakang telinga, di antara jari kaki, dan pusar. Keith Crandall, seorang profesor biostatistik dan bioinformatika di Universitas George Washington, mengatakan atas nama para peneliti bahwa bagian tubuh yang lembab dan berminyak, jika sering tidak dicuci, dapat mengubah mikrobioma sepenuhnya dan menciptakan potensi mikroba tertentu. Mereka menyebabkan penyakit kulit seperti eksim atau jerawat.

Apa dampaknya jika ketiga bagian tubuh ini tidak dibersihkan? Berikut penjelasan singkatnya, sebagai pendistribusiannya Sangat sederhana.

di belakang telinga
Derek di mana saja pada kulit, misalnya di di belakang telingaMinyak tubuh disebut juga sebum dan merupakan sel kulit yang dikeluarkan secara alami oleh tubuh kita, selain itu kotoran di permukaan juga dapat terperangkap dan mengiritasi kulit. Penumpukan kotoran kulit dapat menyebabkan peradangan yang disebut dermatitis seboroik, kata dokter kulit Stacey Tull. Dermatitis seboroik dapat menyebabkan terbentuknya bercak putih atau kuning di kulit kepala, termasuk di belakang telinga, dan area yang meradang ini dapat terasa gatal dan bersisik.

“Setiap peradangan pada kulit menyebabkan rusaknya pelindung alami kulit, sehingga memungkinkan bakteri masuk dan menyebabkan infeksi,” kata Tull.

Jika Anda tidak rutin mencuci bagian belakang telinga, kulit di sekitarnya bisa menjadi sensitif atau teriritasi dan akhirnya memicu eksim. Selain itu, terdapat bau yang menyengat. Tubuh kita mempunyai kelenjar keringat di belakang telinga, sehingga keringat yang keluar saat terkena bakteri akhirnya berbau.

Tidak ada metode atau produk khusus yang digunakan untuk mencuci bagian belakang telinga Anda. Membasuh area ini tidak berbeda dengan bagian tubuh lainnya.

Baca Juga  Timnas U-20 Indonesia berlatih di depan China, namun tidak semua pemain asing ikut.

di sela-sela jari kaki
Meskipun sebagian besar air dan sabun dapat dibersihkan dari kaki dan jari kaki sebelum mandi, hal ini tidak cukup membersihkan area sela-sela jari kaki.

“Kulit di sela-sela jari kaki tidak mendapatkan minyak sebanyak bagian tubuh lainnya, jadi konsekuensi jika tidak mencucinya sedikit berbeda,” kata Tull.

Menurut Laura Purdy, ahli kesehatan yang berbasis di Miami, faktor utama di balik penumpukan minyak adalah sel kulit mati dan kotoran yang dapat menyebabkan jamur kuku. Kaki banyak berkeringat dan sepatu menyerap keringat yang menyebabkan tumbuhnya bakteri dan jamur.

iklan

“Anda bisa terkena penyakit kutu air, yaitu infeksi jamur pada kulit yang biasanya terjadi di sela-sela jari kaki. “Kaki mungkin terasa gatal, mengelupas, gatal, dan kulit bisa mengalami ruam atau pecah-pecah,” kata Purdy.

Tidak mencuci sela-sela jari kaki secara teratur dapat menyebabkan dermatitis bakteri atau selulitis, yaitu infeksi bakteri pada kulit yang dapat menyebar ke kaki. Sangat mudah untuk mencuci sela-sela jari kaki, idealnya setiap 1-2 hari sekali. Purdy menganjurkan penggunaan sabun untuk mencuci kaki, termasuk sela-sela jari kaki, lalu bilas hingga bersih.

“Juga, ingatlah untuk mengganti kaus kaki Anda. Purdy berkata, “Kaus kaki mengandung banyak bakteri, jadi penting untuk mencucinya setelah digunakan.”

pusar
Selain gelap dan basah, pusar Ia juga memiliki banyak lipatan kulit, yang menciptakan lingkungan ideal untuk menumpuknya sel-sel kulit mati, keringat, dan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur, kata Purdy. Bukan hanya baunya saja, gesekan pada kulit membuat area tersebut rentan terkena infeksi dan yang paling umum adalah penyakit stafilokokus dan jamur.

“Area ini bisa menjadi sangat teriritasi, terinfeksi, meradang, merah, gatal, kasar, bahkan gatal atau timbul kerak kuning,” jelas Purdy.

Baca Juga  Rapat praperadilan Frili Bahuri Formulir 2 digelar hari ini, pengacara mencabut permohonan

Menurutnya, membersihkan pusar cukup 1-2 hari sekali dan tidak perlu sabun khusus. Jika Anda memiliki kulit sensitif atau kondisi seperti eksim, sebaiknya pilih sabun mandi yang sesuai dengan jenis kulit Anda. Yang harus Anda lakukan untuk membersihkan pusar adalah dengan menggosoknya secara lembut menggunakan jari yang sudah diberi sabun lalu membilasnya. Beberapa orang lebih suka menggunakan kapas. Namun terlepas dari perangkatnya, lebih baik memberikan sentuhan ringan.

Pilihan Editor: Empat cara mudah membersihkan pusar dengan aman



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *