11 Di Yogyakarta, Gejayan menyerukan tindakan: Hakim Jokowi memimpin Pengadilan Hak Asasi Manusia.

Uncategorized118 Dilihat

TEMPO.CO, Yogyakarta – Fungsi panggilan Gejayan Di Persimpangan Gejayan, Depok, Negeri Suleiman, melibatkan beberapa kalangan masyarakat; Yogyakarta Senin lalu, 12 Februari 2024

Sebagian aksi massa dari Jaringan Terdakwa Demokrat atau Jagad, misalnya, melontarkan 11 pertanyaan. Berikut isi pertanyaan selengkapnya.

  1. Undang-Undang Pemilu Universal (UU Pemilu) dan Perubahan Partai Pemilu oleh Badan Independen.
  2. Mengadili Presiden Joko Widodo atau Jokowi Dan rekan-rekannya.
  3. Minta maaf kepada para intelektual dan tokoh budaya yang mendukung politik radikal.
  4. Hentikan politik bantuan sosial.
  5. Mencabut UU Ketenagakerjaan dan Pertambangan dan Batubara.
  6. Mengakhiri operasi militer, mengatasi pelanggaran hak asasi manusia dan memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri.
  7. Hentikan invasi darat.
  8. Hentikan kriminalisasi aktivis lingkungan hidup.
  9. Jalankan pengadilan hak asasi manusia.
  10. Mewujudkan pendidikan gratis.
  11. Mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

Aksi guillotine teater

Peserta aksi Gejayan Mengang juga menampilkan potongan teatrikal sosok Jokowi bertopeng dengan replika alat pemenggal kepala atau guillotine di atas mobil komandonya.

Hal itu dilakukan Jokowi dan kawan-kawan sebagai hukuman karena gagal menjalankan tugas sebagai pengurus, khususnya dalam mendorong demokrasi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Juru Bicara Jagad Sana Ulayli mengatakan, “Teater ini merupakan simbol hukuman bagi rezim Jokowi yang mengedepankan semangat persaudaraan.”

Sana menyebut rezim Jokowi telah menggerogoti sistem demokrasi. Alhasil, masyarakat menuntut rezim Jokowi diadili.

iklan

Kami lahir dari intrik rezim Jokowi yang membuang sistem demokrasi.Nama yang kami pilih memuat kekerasan hebat yang dirasakan masyarakat di bawah rezim Jokowi. Untuk memberikan keadilan kepada rezim Jokowi,” jelas Sana.

Ia mengatakan, tindakan tersebut bukan hanya menunjukkan ketidaksenangannya terhadap runtuhnya sistem demokrasi saat ini, namun juga mewakili tekadnya untuk memberontak terhadap rezim Jokowi dan antek-anteknya.

Baca Juga  Turun, harga emas Antham hari ini Rp 1.093.000 per gram.

“Di balik pidato tersebut, ada seruan untuk bersama-sama membela segala bentuk penindasan, pembatasan kebebasan, dan penyalahgunaan kekuasaan,” ujarnya.

Aksi ini berlanjut sebagai suara protes bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang demokratis dan berkeadilan. Menurut Sana, hal tersebut hanya bisa dicapai dengan menghancurkan rezim Jokowi dan mengadilinya.

Pilihan Redaksi: Gejayan Panggil, Aksi ‘Jokowi’ Panggil 11 Pertanyaan



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *