10 tips menyimpan makanan berbahan santan

Uncategorized78 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Memasak dengan sup Krim kelapa Selalu menjadi favorit banyak orang. Ada banyak resep yang menggunakan kuah santan seperti kari, lodeh dan aneka sayur santan. Penggunaan santan juga sudah umum dan mudah didapat di pasaran, sehingga banyak ibu rumah tangga yang dengan mudah menyiapkan berbagai jenis sayur santan untuk keluarganya.

Meski nikmat dinikmati kapan saja, sayuran bersantan cenderung cepat rusak. Bahkan jika disimpan dengan benar, makanan bersantan juga rentan terhadap pembusukan.

Dilansir dari Fibercream, hal tersebut tidak mengherankan mengingat kandungannya yang tinggi Gemuk Pada santan bisa mencapai 30 persen. Namun, dengan mengetahui cara menyimpan makanan bersantan yang benar, Anda dapat menghindari sisa makanan dan menjamin keamanan dalam mengonsumsi makanan tersebut.

Tips menyimpan makanan berbahan dasar santan

1. Identifikasi jenis makanan yang Anda simpan

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah jenis makanannya. Pertimbangkan apakah masakan tersebut mengandung santan atau tidak. Makanan yang mengandung santan sebaiknya segera dikonsumsi karena santan cepat rusak. Namun jika sisa santannya tidak Anda gunakan, Anda bisa menyimpannya di wadah tertutup dan menyimpannya di lemari es. Makanan jenis ini dapat bertahan maksimal dua hari jika kondisi penyimpanannya tepat.

2. Beku

Jika makanan tidak mengandung santan, pilihan penyimpanan yang baik adalah dengan membekukannya. Sebelum membekukan makanan, pastikan disimpan dalam wadah kedap udara atau vakum. Hal ini membantu mencegah pembekuan udara yang dapat merusak isi dan rasa makanan. Jika ingin digunakan kembali, cukup keluarkan makanan dari lemari es dan biarkan dingin sebelum dipanaskan kembali.

3. Panaskan tanpa diaduk

Seperti diberitakan di laman master class, jika Anda berencana memakan sisa makanan keesokan harinya, ada baiknya makanan tersebut dihangatkan kembali terlebih dahulu. Namun selama proses pemanasan, hindari mengaduk masakan hingga keesokan harinya. Biarkan makanan di tempatnya dan jangan dipindahkan, apalagi jika Anda tidak yakin wadah penyimpanannya benar-benar kering. Hal ini membantu mencegah kontaminasi dan menjaga kualitas makanan yang baik.

Baca Juga  Shin Tae-yong mengaku stres karena sulit memanggil pemain Piala Asia U-23 2024.

Tips menyimpan santan

1. Pilihlah santan yang berkualitas baik

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memilih santan yang berkualitas baik. Jika memungkinkan, lebih baik menggunakan santan segar yang diambil langsung dari kelapanya. Namun jika Anda menggunakan santan kalengan, pastikan untuk memeriksa tanggal kadaluarsa dan kondisi kemasan sebelum membeli.

2. Gunakan wadah yang tertutup rapat

Pastikan menggunakan wadah yang kedap udara dan rapat ketika menyimpan sisa santan atau makanan yang menggunakan santan. Hal ini membantu mencegah udara masuk ke dalam santan dan mencegahnya teroksidasi, sehingga memperlambat proses pembusukan.

3. Simpan di lemari es

Santan yang belum terpakai sebaiknya disimpan di lemari es untuk menjaga kesegarannya. Pastikan untuk menyimpannya di tempat sejuk dan stabil seperti bagian tengah lemari es. Hindari menyimpan santan di dekat pintu lemari es yang sering dibuka, karena perubahan suhu dapat mempengaruhi kualitas santan.

iklan

4. Jangan ditahan terlalu lama

Santan bisa disimpan di lemari es selama beberapa hari, namun sebaiknya tidak disimpan lama. Santan segar cepat rusak, apalagi jika tidak diolah dalam waktu singkat. Usahakan untuk menggunakan santan dalam waktu 2-3 hari setelah dibuka.

5. Dinginkan santan yang belum terpakai

Jika Anda memiliki sisa santan yang tidak dapat langsung digunakan, pertimbangkan untuk membekukannya. Santan dapat dibekukan dalam wadah yang sesuai untuk digunakan nanti. Namun hati-hati jangan sampai mengisi wadah terlalu penuh, karena santan akan mengembang saat dingin.

6. Perhatikan kondisi santan

Bila ingin menggunakan santan simpanan, periksa dulu kondisinya. Buang santan jika terlihat berwarna coklat atau berbau tidak sedap yang menandakan santan sudah basi dan tidak layak dikonsumsi.

Baca Juga  Batasi kunjungan wisatawan, kota di Spanyol ini telah melarang hotel baru.

7. Panaskan dengan hati-hati

Bila ingin menggunakan santan yang disimpan di lemari es atau dibekukan, panaskan dengan hati-hati. Jangan langsung memanaskannya dengan api besar, karena bisa menyebabkan santan pecah atau menggumpal. Sebaiknya gunakan api kecil hingga santan tercampur sempurna dan panas.

8. Meningkatkan pertahanan alami

Untuk memperpanjang umur simpan santan, Anda bisa menambahkan bumbu Pertahanan Saat memasak, gunakan bahan alami seperti daun salam atau serai. Selain menambah aroma dan rasa pada santan, bumbu-bumbu tersebut membantu pertumbuhan bakteri penyebab santan cepat rusak.

9. Hindari bercampur dengan zat asam

Hindari mencampurkan santan dengan bahan-bahan yang bersifat asam seperti jeruk atau cuka, karena dapat menyebabkan santan cepat mengental dan mengubah kualitasnya menjadi tidak enak.

10. Gunakan metode pengepakan yang tepat

Pastikan untuk menggunakan metode pengemasan yang tepat saat menyimpan makanan yang menggunakan santan. Hindari mengemas makanan dalam wadah yang terlalu besar atau terlalu kecil dan pastikan untuk mengeluarkan udara sebanyak mungkin sebelum menutup wadah.

Pilihan Editor: Bahaya Memanaskan Kembali Makanan dengan Santan



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *