1 Ton Roti Susu Viral Asal Thailand Dimusnahkan Bea Cukai Seharga 400 Juta Dolar, Apa Alasannya?

Uncategorized62 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaBea cukai Soekarno-Hatta bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM memusnahkan 2.564 kue susu asal Thailand. Dua ribu roti viral senilai sekitar Rp 400 juta terjual sepanjang tahun 2018.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Sokerno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, kesalahan tersebut disebabkan barang bawaan penumpang melebihi batas. Di tahun Peraturan BPOM Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pengendalian Pemasukan Obat dan Makanan Ke Dalam Wilayah Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Peraturan BPOM Nomor 28 Tahun 2023.

Peraturan tersebut menegaskan, jumlah makanan olahan per penumpang maksimal 5 kg. “Kalau melebihi batas dan tidak disertai izin BPOMDi tahun Dalam keterangan resmi Gatot tertanggal 10 Maret 2024 tersebut, maka akan dilakukan penindakan terhadap pihak-pihak yang melebihi jumlah tersebut sesuai ketentuan terkait.

Dari 33 tindakan yang dilakukan, setiap penumpang rata-rata membawa sepuluh hingga seratus jenis kue susu yang berbeda. Menurut Gatot, jumlah tersebut tidak wajar untuk dikonsumsi pribadi. “Ini diduga untuk tujuan komersial atau untuk tujuan perwalian.jastip). Selain itu, penumpang juga tidak memiliki izin edar BPOM yang diperlukan untuk membawa barang-barang tersebut.

Dijelaskannya, pemusnahan ini merupakan langkah penting untuk mengurangi peredaran barang tanpa izin edar BPOM di masyarakat. Pertama-tama, keamanan, kualitas dan nutrisi tidak terjamin. Kemudian dari sektor ekonomi dan dunia usaha, langkah ini diharapkan dapat mendukung industri pangan dalam negeri. Dengan begitu, produk dalam negeri tidak tergerus oleh produk impor yang sama.

iklan

Gatot mengimbau masyarakat untuk selalu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mendukung industri pangan lokal. Caranya dengan membeli produk lokal yang terdaftar dan tersertifikasi keamanannya oleh BPOM.

Baca Juga  UNICEF telah memperingatkan bahwa terdapat lebih banyak kasus malnutrisi dibandingkan data yang tercatat di Gaza utara

“Dukungan ini tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memastikan konsumsi masyarakat aman dan berkualitas,” ujarnya.

Pilihan Redaksi: Luhut mengungkap cara lembaga mengemas ulang produk impor dengan produk dalam negeri.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *