Pasar Kain Kota Tebing Tinggi Berkisar 35 M Mubajir “Diduga Tarik Menarik Kepentingan Pasar Kain Sehingga Terbang kalai”

(Foto : oleh mediasumut.com)  JEJERAN kios Pasar Kain yang sudah selesai dibangun sekira 3 bulan lalu terkesan terbengkalai, karena belum jelas pemanfataannya. 

Mediasumut-Tebing Tinggi-Belum jelasnya kapan operasonal Pasar Kain di Jalan Haryono MT Kota Tebingtinggi, membuat pedagang resah. Apalagi bulan Ramadhan yang biasanya merupakan bulan panen rezeki bagi mereka semakin dekat. Padahal, sejak pembangunan yang memakan waktu kurang lebih setahun, banyak pedagang yang sudah gulung tikar.

Pantauan Awak media, Selasa (27/3), kondisi bangunan Pasar Kain yang sudah selesai dibangun hampir tiga bulan belakangan, terlihat tanpa aktifitas. Pagar seng masih menutupi seluruh bangunan, sehingga tak bisa diakses oleh masyarakat.  Tidak diperoleh kejelasan kapan bangunan senilai Rp35 milyar lebih itu beroperasi, sementara Kadis Perdagangan yang menangani hal itu justru sudah berganti dengan pejabat baru.

Sejumlah pedagang yang direlokasi ke Pasar Gambir, saat dikonfirmasi, menyatakan kekecewaan mereka terhadap Wali kota Tebingtinggi Umar Z. Hasibuan. Mereka menilai Wali kota terkesan lamban menyelesaikan berbagai permasalahan yang melingkupi keberadaan Pasar Kain. Faktanya, hingga berbulan-bulan kondisi itu dibiarkan mengambang. “Sekarang ini pedagang sudah waswas, jika hingga Ramadhan nanti keberadaan Pasar Kain belum juga dibuka, bakal tamat kami semua”, ujar seorang pedagang

Beberapa pedagang merasakan, kuatnya tarik menarik kepentingan antar berbagai pihak terkait masalah Pasar Kain ini. Disinyalir ada banyak kepentingan, mulai dari eksekutif, legislatif hingga kepentingan lain yang bermain didalamnya. “Yah, kalau sudah begini, kami yang jadi korban, apalagi sekarang pedagang sudah jadi tiga kelompok, masing-masing punya deking,” keluh pedagang lainnya.

Sementara pedagang yang relokasi ke Pasar Gambir, mengakui banyak rekan mereka yang gulung tikar akibat sepinya pembeli. Hal itu diperparah pula ketidak pedulian Pemko Tebingtinggi terhadap nasib pedagang setahun belakangan ini.

” Pedagang minta walikota harus proaktif  dalam persoalan ini jangan tunggu kami bangkrut alias tidak punya modal lagi baru di buka pasar kain tersebut,” ujar salah seorang pedagang 

Diakui, banyak kios yang sejak lama tutup dan untuk sementara berjualan di pinggir jalan alias kaki lima, khususnya di Jalan Pattimura atau menyewa ruko. “Kalau tak begini macam mana kami mau makan bang,” ujar seorang pedgang K5 di Jalan Pattimura. Mereka berharap agar pembagian kion dan pembukaan Pasar Kain segera dilakukan, agar penderitaan mereka tidak terus berkepanjangan.

Mantan Kadis Perdagangan Sahnan Hasibuan, saat dikonfirmasi, enggan berkomentar. Dia, menyarankan agar menanyakan masalah itu ke Kadis yang baru soal pengelolaan Pasar Kain. “Bukan urusan saya lagi itu,” cetus dia. (TM 09))