Proyek Saluran Drainase Desa Paya Bagas Kabupaten Serdang Bedagai Amburadul Dan Diduga Di Mark Up

Mediasumut.com,-Sergai

Pembangunan saluran drainase dusun X di Desa Paya Bagas yang menelan dana Rp 113.610.000,- menuai masalah. Permasalahan itu menyangkut dugaan Mark Up dan dugaan tidak sesuai spesifikasi perencanaan pembangunan jangka panjang saluran drainase, mengakibatkan tergenangnya air di saluran drainase.

Komentar itu disampaikan masyarakat dusun X berinisil “Anto” yang saat itu melintas di lokasi, menyatakan bahwa pekerjaan saluran drainase yang dananya Rp 113.610.000,-  menuai kecurigaan masyakat sebab pelaksanaan pekerjaannya terlihat asal jadi.

Kecurigaan masyarakat itu muncul dimana hasil investigasi pengukuran TIM RN pada beberapa pekerjaan pelaksanaan realisasi Dana Desa tahun 2017 yang diduga menuai Mark Up dan dugaan tidak sesuai spesifikasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan saluran drainase.

Hasil investigasi TIM RN itu di perkuat saat TIM RN melakukan konfirmasi dan mempertanyakan hal itu pada pihak kepala Desa Paya Bagas melalui telepon dan mengungkapkan bahwa panjang pembangunan saluran mencapai 313 meter. Sementara tipe pembangunan saluran mencapai 50/30 yang tebal saluran mencapai 0,15 meter, sehingga hasil volume keseluruhan pekerjaan berkisar 61,01 m3. Apa standard belanja modal pembelian bahan material 1 m3 yang penjang pekerjaan pembangunan saluran drainase berkisar 5 meter berbiaya Rp 1,8 juta rupiah…..????

Untuk itu awak Media dan beberapa LSM di Kabupaten Serdang Bedagai meminta pihak Inspektorat, pihak Kejaksaan Negeri sebagai pengawas / pemeriksa dan juga sebagai TP4D yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur pembangunan desa menggunakan Dana Desa tahun 2017 di Kabupaten Serdang Bedagai diduga bertanggungjawab atas dugaan korupsi Mark Up dan dugaan ketidak sesuaian spesifikasi pelaksanaan pekerjaan di berbagai desa. (SU1)