Wakil Ketua DPRD Babel Geram Tempat Karoke Jadi TO Narkoba

Mediasumut.com , BANGKA — Wakil Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung Hendra Apollo terlihat menemui Kapolda Rabu (27/12/2017).


Ditemui usai menghadap Kapolda, Hendra Apollo mengungkapkan dirinya merasa kesal karena saat berada di Jakarta pada tanggal (18/12/2017) di salah satu tempat karaoke di Jakarta didatangi oleh sejumlah anggota Dit Narkoba Polda Metro Jaya.

Kehadirannya ditempat tersebut untuk menemui koleganya yang sedang berada disana.

Mereka menunjukkan surat perintah yang berdasarkan info dari Dit Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung yang menjadikan dirinya sebagai TO pengguna narkoba.

“Waktu mereka datang ada sekitar 5 orang dipimpin Kompol Arman langsung menjelaskan mencari Hendra Apollo anggota DPRD Bangka Belitung yang di TO oleh Dit Narkoba Polda Babel sebagai pengguna Narkoba,” kata Hendra Apollo

Selanjutnya dirinya mempersilahkan untuk melakukan pemeriksaan dan tidak menemukan barang bukti apapun terkait narkoba.

Dirinya kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya dan sempat diambil urine.

“Anehnya keesokan harinya sekitar pukul 06.30 WIB saya dipersilahkan pulang begitu saja,” kata Hendra Apollo yang merupakan politisi Golkar ini.

Hendra Apollo menambahkan kedatangan dirinya menemui Kapolda Brigjen (Pol) Syaiful Zachri dalam rangkaian tukar pendapat.

Tanpa maksud untuk membuat laporan terkait permasalahan yang menimpanya.

Namun dirinya menyampaikan harapan kepada kapolda agar mengecek ke jajaran Dit Narkoba terkait status dirinya di TO mereka berdasarkan apa.

“Saya ucapkan terimakasih pak kapolda berjanji akan mengecek untuk mengetahui apa yang saya sampaikan ke beliau,” kata Hendra Apollo. 

Sementara itu Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Abdul Mun’im berharap jika memang merasa ada hal-hal yang tidak berkenan terkait apa yang dilaksanakan anggota Polri dalam menjalankan tugas agar melaporkan resmi.

Seperti yang dialami oleh Wakil Ketua DPRD Hendra Apollo diharapkan agar memberikan laporan resmi sehingga bisa menjadi dasar untuk menindaklanjutinya.

“Yah harapannya memberikan laporan resmi lah walaupun apa yang diinformasikan tersebut akan ditindaklanjuti jika memang ada kesalahan prosedur atau lainnya tentu akan ada tindakan yang diambil pimpinan,” kata AKBP Abdul Mun’im. (ms)