BNN Grebek Pabrik Narkoba di Diskotik,  5 di Tetapkan Sebagai Tersangka

Mediasumut.comJakartaBadan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar pabrik narkotika dalam sekala besar di diskotek MG International Club, di Jalan Tubagus Angke, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu, (17/12/2017).




Dari hasil penggerebekan itu, BNN berhasil membekuk Lima tersangka, dan ratusan pengunjung dilakukan tes urine.

Menurut Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari,  dari hasil pemeriksaan tes urine ratusan orang dinyatakan positif mengkonsumsi narkotika.

“Hasil pemeriksaan urin sementara, 120 orang terindikasi menggunakan narkoba, baik jenis sabu dan ekstasi,” kata Arman di lokasi.

Sedangkan lima pelaku terindentifikasi bernama  Wastam (43), Ferdiansyah (23), Dedi Wahyudi (40), Mislah (45), dan Fadly (40) yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis pil ekstasi dan shabu di diskotek tersebut diamankan. Sedangkan RU yang diduga sebagai pemilik dan operator lab narkotika masih dalam pengejaran.

 

Arman menjelaskan, pabrik narkotika yang berhasil diungkap tergolong besar dengan ruang laboratorium yang besar yang dapat menghasilkan narkotika dengan jumlah yang banyak. Hingga saat ini, polisi masih menduga diskotek MG memproduksi untuk diedarkan kepada para pengunjungnya.

“Ini diskotek tetapi difungsikan juga jadi pabrik narkotika. Diskotek ini menyediakan narkotika sabu dan ekstasi dalam versi cair. Makanya itu diskotek ini dapat menyediakan miras campur narkotika,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi DKI Brigjen Polisi Johny Latuperrisa mengatakan, jumlah tersangka masih kemungkinan bertambah. Sebab, petugas saat ini masih melakukan pemeriksaan. “Kita perkirakan ada sekitar 10-an orang yang bisa ditersangkakan, baik itu pelaku maupun orang yang turut melakukan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Diskotek MG International Club digerebek Minggu (17/12/2017)dini hari tadi. Selain sebagai tempat hiburan malam, lokasi itu juga jadi sarang produksi dan peredaran narkoba.

Dari hasil penggeledahan, pabrik sabu dan ekstasi terletak di lantai empat gedung. BNN memastikan, laboratorium penghasil narkoba yang ada itu berskala besar. Dalam modusnya, pabrik ini mengemas sabu cair di dalam air kemasan dan menjualnya seharga Rp400 ribu dan bisa digunakan empat orang. Sedangkan untuk mendapatkan barang ini tidak mudah. Sebab, hanya pengunjung yang  mempunyai member card yang bisa membeli sabu cair ini.(ms? 

Sumber :indonewsid