OTT Lagi… OTT Lagi… Kali ini Kepala RSU Kisaran yang Kedapatan, ini kasusnya..!!

Mediasumut.com , ASAHAN – Meski sudah banyak aksi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan aparat penegak hukum, namun masih saja ada pejabat yang nekat melakukan suap, pungutan liar (pungli), dan sebagainya.

Informasi dihimpun CekTKP, Jumat (10/11/2017)

Tim Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Asahan mengamankan Kepala Rumah Sakit Umum (RSU) Abdul Manan Simatupang Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut ), beserta bendahara dan 4 stafnya, Kamis (9/11/2014) kemarin.

Kasatreskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara didampingi Kanit Tipikor Polres Asahan Iptu Rianto, mengatakan pengamanan keenam pejabat rumah sakit dilakukan karena pihak rumah sakit ketika unit Tipikor Polres Asahan melakukan penyelidikan tentang adanya pengutipan retribusi umum yang tidak sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

Di mana, seharusnya diberlakukan Perda No.14 Tahun 2014 Tentang Retribusi Jasa Umum. namun, pihak rumah sakit masih memberlakukan Perda No.12 Tahun 2011 Tentang Jasa Retribusi Umum yang sebagian isinya yaitu pembayaran pemeriksaan urin untuk 4 item terhadap pasien yang ingin melakukan tes narkoba, menurut perda yang lama (Perda No.12/2011) dikenakan biaya Rp250 ribu, sedangkan Perda yang baru (No.14/2014) sebesar Rp150 ribu.

“Seharusnya pasien yang ingin memeriksa keempat item tersebut dikenakan biaya Rp150 ribu, namun ternyata dalam praktiknya selama 2015 hingga November 2017 dikutip Rp250 ribu dan juga terhadap retribusi lainnya,” jelas Bayu PS.

Dalam hal ini, Bayu menjelaskan, Unit Tipikor akan memproses kasus ini lebih lanjut, karena banyak masyarakat yang sudah dirugikan, dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini.

“Lihatlah, seharusnya bayar lebih murah tapi pihak rumah tetap menjalankan perda yang lama atau tidak berlaku lagi. Kan kasihan masyarakat,” Ucapnya.

Kanit Tipikor Polres Asahan, Iptu Rianto, menambahkan dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, penyidik berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp1.054.000, berikut berkas dan pembukuan keuangan pihak rumah sakit.

Keenam orang yang diamankan yaitu Kepala rumah sakit dr Edi Iskandar, Staf tata usaha Zubaidah, Bendahara Nurhazizah Tanjung, Kepala ruang instalasi Laboratoriu Agus Hariyanto, Staf Kamar Kartu Yusnizar Nainggolan, dan Nurmala yang juga staf kamar kartu.

“Ya, semua yang diamankan berstatus PNS. Kita masih melakukan pemeriksaan. Dalam kurun waktu tiga tahun ini, masyarakat dirugikan ratusan juta bahkan mencapai miliaran rupiah,” Jelas mantan Kanit Tipiter Polres Asahan.

Mengenai status keenam yang diamanakan hingga saat ini masih dimintai keterangan, Namun kata Rianto, tidak menutup kemungkinan akan naik statusnya menjadi tersangka.

(Cektkp.id)