Kades Bandar Negeri Berbudidaya Macam-macam Ikan

mediasumut.com, Sergai-Untuk menambah penghasilan, cara apa saja bisa dilakukan, asalkan ada kemauan, serius dan kerja keras tanpa mengeluh.

Segala upaya yang dilakukan memang tidak terlepas dari modal awal untuk memulai suatu usaha. Dalam melakukan suatu usaha juga pasti membutuhkan tingkat kesabaran dan usaha yang dilakukan tentunya harus dilihat terlebih dahulu, apakah berdampak menjanjikan atau tidak agar tidak menimbulkan kerugian.

Semua pelaku usaha, sewaktu sebelum membuka usahanya, pasti terlebih dahulu memikirkan usaha apa yang akan membawa keuntungan dan semua itu tentu harus di pertimbangkan terlebih dahulu.”Sesukses apapun seseorang dalam menekuni dunia usaha, pasti tidak terlepas dari pengalaman hidup yang kadang usaha yang dilakukan bisa naik turun, maka yang harus di lakukan adalah terus berupaya untuk meraih kesuksesan.

Menurut pengalaman yang dijalani pengusaha pembudidaya ikan Saparno yang saat ini menjabat Kepala Desa Bandar Negeri  Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), beliau menekuni usaha budidaya ikan sudah dimulai sejak Tahun 2015 setelah tiga Bulan menjalani masa pensiun dini dari perkebunan.

Setelah menjalani masa pensiun itulah, Saparno membulatkan tekadnya mejalankan usaha budidaya ikan dengan berbagai jenis, seperti, ikan Nila, ikan Mas, ikan Patin dan ikan lele yang terbagi dalam beberapa kolam.

Kepada awak Media ini, Kamis 2/11/2017 Saparno mengakui, usaha budidaya ikan yang dilakoninya terinspirasi dari orang tuanya, disamping hoby juga dapat menambah penghasilan.

 

Ditengah kesibukan menjabat sebagai seorang Kepala Desa, Saparno sangat disiplin mengatur waktunya untuk mengurus kolam ikan dan urusan di Kantor Desa. “Untuk urusan kolam ikan, Saparno terlebih dahulu memberi makan ikan pada pukul sembilan pagi, setelah itu, beliaupun berangkat ke Kantor Desa dan usai menjalankan urusan dinas, pada pukul tujuh belas beliau kembali memberi makan ikan.

“Sementara, untuk makanan ikan, Saparno memberi makanan seperti pelet, nasi sisa, ubi dan jagung yang sudah direbus.

Pada awal menjalani usaha budidaya ikan, Saparno sempat kesulitan untuk mencari pembeli jika saat ikannya akan dipanen karena beliau menjual dengan cara perton, namun berkat kesabaran dan semangat yang tinggi, akhirnya sejak saat itu hingga sekarang pembeli ikan datang dengan sendirinya seperti pemilik kolam pancing dari Kecamatan Bintang Bayu sendiri pertiga hari sekali datang membeli ikan sebanyak tiga puluh kilogram sampai empat puluh kilogram.

Dalam hal pengembangbiakan ikan, Saparno tidak begitu mengalami kesulitan, karena beliau sudah mempersiapkan beberapa jenis bibit ikan sendiri dan tidak membeli bibit ikan dari orang lain.

“Dengan adanya kolam ikan milik sendiri, kapan saja Saparno ingin makan ikan tinggal ambil saja, sementara, masa panen ikan miliknya dipanen sebanyak dua kali dalam satu Tahun dan setelah panen, air yang sudah dikuras kemudian diberi pupuk.

Saparno menghimbau, agar masyarakat memanfaatkan sekecil apapun lahan yang ada untuk menambah penghasilan.

“Selain itu, dalam hal urusan Desa, Saparno memang ingin adanya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), namun lahan milik Desa yang belum ada dan beliau berencana pada Tahun 2018 akan mengadakan pengadaan gas elpiji dan koperasi simpan pinjam malalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). (m42)