Desa Kedai Damar Sudah Memiliki BUMDES

 

mediasumut.com, sergai,- Pembangunan dalam bidang infrastruktur merupakan sarana penunjang yang amat penting untuk lancarnya segala aktifitas masyarakat, khususnya pembangunan infrastuktur jalan, karena kalau kondisi jalan yang rusak terlebih lagi hancur, maka segala aktifitas masyarakat akan terganggu. Hal inipun sangat dirasakan para petani karena mereka setiap saat mengangkut hasil pertanian.

Selama ini, pembangunan infrastruktur jalan di Desa memang sangat jauh dirasakan oleh masyarakat, sehingga kalau kita melihat secara langsung ke Desa – desa, maka yang selalu dilihat adalah jalan yang berlubang – lubang, hancur dan berlumpur – lumpur kalau saat datang penghujan dan keadaan ini sungguh sangat memprihatinkan.

Saat ini, sedikit demi sedikit masyarakat di Desa mulai merasakan adanya pembangunan infrastuktur melalui Dana Desa (DD) yang dianggarkan oleh Pemerintah Pusat melalui program Nawa Cita presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo yaitu mendorong pembangunan yang dimulai dari Desa.

Menurut Kepala Desa Kedai Damar Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai Sahdan Silalahi kepada awak media ini mengatakan, sudah sepantasnya Pemerintah memberikan kesempatan kepada Desa untuk membangun daerah pinggiran di wilayah masing – masing agar masyarakat dapat merasakan adanya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Pada Tahun 2017 ini kata Sahdan selaku Kepala Desa Kedai Damar menjelaskan, bahwa programnya sudah berjalan seperti pembangunan leaning parit, pembangunan jalan Desa dan usaha Depot Air Mineral melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan seluruh dana pembangunan infrastruktur termasuk dana usaha Depot Air Mineral diambil dari Dana Desa,” katanya.

Sahdan mengingatkan kepada seluruh aparat Desa, agar siap dalam mengelola Dana Dasa, tepat sasaran dan prioritas utama mensejahterakan masyarakat.

Untuk itu, bagi seluruh aparat Desa harus benar – benar berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat melalui Dana Desa (DD), namun kalau aparat Desa tidak memiliki komitmen, bahwa masyarakat bisa sejahtera,” tegas Sahdan.(m42)