Apes kali adek ini ah..  Pulang Daftar Kuliah Mala Kenak Jambret

(korban, Intan) 


Mediasumut.com , MEDAN – Intan, gadis berparas cantik berusia 19 tahun, bersama sang ibu, Iriana (45), warga Desa Seirotan, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), menjadi korban jambret saat melintas di sekitar Komplek Veteran, tak jauh dari Lapangan Sepakbola Ladon, Jalan Kapten Batu Sihombing, Dusun IX, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan Senin (6/11/2017).
Cerita bermula, ketika Intan mendaftar masuk kuliah di Universitas Al-Hikmah, Jalan Willem Iskandar/Pancing, Medan.

Usai mendaftar, Intan yang ditemani ibunya, dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo BK 4606 ADB bergegas pulang ke rumah. Ibu-anak ini memilih jalan dari sekitaran Kampus Unimed terus ke Jalan Kapten Batu Sihombing menuju Jalan Letda Sujono.

Saat melintas tepat di depan Komplek Veteran, Lau Dendang, keduanya langsung dipepet 2 orang tak dikenal (OTK) mengendarai sepeda motor. Kedua pelaku langsung merampas tas milik Intan. Tak ingin tasnya hilang begitu saja, Intan coba mempertahankannya.

Namun karena kalah tenaga, akhirnya kedua pelaku berhasil merampas tas korban yang dompet, jaket almamater, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor Honda Revo, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan uang Rp500 ribu.

“Tadi habis pulang daftar kuliah. Sekitar jam 4-an sorelah. Kami dari arah Simpang Beo ke Jalan Letda Sujono. Kok kayaknya kami diikuti terus sama 2 orang naik sepeda motor. Pas di depan Komplek Veteran langsung dipepet, dirampasnya tas saya. Saya coba mempertahankannya, kami sempat tarik-tarikan, tapi saya kalah,” tutur Intan.

Bahkan, karena mempertahankan tasnya, kereta yang dikendarai korban dan ibunya hampir menabrak tiang pembatas jalan. “Tarik-tarikannya kuat tadi, kami hampir jatuh nabrak tiang pembatas jalan,” imbuhnya.

Selanjutnya, kedua ibu dan anak tersebut melaporkan peristiwa yang baru mereka alami itu ke Polsek Percut Seituan. Namun sayangnya, sampai pukul 19.40 WIB, laporan mereka belum diproses. Alasan yang diberikan polisi Polsek Percut Seituan, karena pergantian shift. Dan laporan kedua korban baru akan diterima pada pukul 20.00 WIB.

“Tadi kutanya adekku, laporan orang itu (Intan dan Riana) belum diterima polisi. Kok bertele-tele kali ya? Katanya karena ada pergantian shift, terus pukul 20.00 WIB baru dibuat laporannya sama polisi. Dari pukul 18.00 WIB tadi udah di Polsek, ini udah pukul 19.45 WIB, belum juga diterima laporannya,” ungkap Helfi, abang korban kesal.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Philip Purba yang dikonfirmasi wartawan via layanan WhatsApp (WA), soal bertele-telenya pihak Polsek Percut Seituan dalam menerima laporan korban, mengatakan pihaknya sedang melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Itu lagi dicek TKP sama piket,” jawabnya singkat. (Cektkp.id)