Pegawai Dinas PU,  Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

Mediasumut.com, (Tebing Tinggi) – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tebingtinggi akan kembali menghadirkan terdakwa Amir Hamzah, salah seorang pimpro Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tebingtinggi, terkait kasus penipuan, didepan persidangan untuk agenda mendengarkan saksi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kanin, Senin (16/10/2017), di PN Tebingtinggi, mengatakan, bahwa terdakwa terancam dihukum 4 tahun penjara dan pasal dakwaan yang didakwakan yaitu pasal 372 dan 378. “Dan terdakwa masih ditahan,” ujarnya.

Sementara itu, jaksa Kanin, tidak berkomentar, bahwa terdakwa itu seorang mantan narapidana kasus korupsi di tubuh Dinas PU Kota Tebingtinggi, beberapa tahun lalu dan telah menjalaninya di Lapas Jalan Pusara Pejuang Tebingtinggi dan sempat dalam pencarian polisi.

Dalam dakwaan dikatakan, terdakwa Amir Hamzah, pada 8 Juli 2015 lalu, di Rumah Makan Minang Sri Rahayu, Jalan Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, melakukan bujuk rayu.

Bermula pada tanggal 5 Juli 2015, korban David dihubungi oleh terdakwa yang hendak menjual proyek perbaikan stadion sepak bola Ramlan Yatim, di Kota Tebingtinggi senilai Rp 2.000.000.000. Dan proyek tersebut sudah berada di tangan terdakwa.

Selanjutnya korban David, bertanya kepada terdakwa, berapa harga dari proyek tersebut dijual dan oleh terdakwa mengatakan kepada korban David harga proyek tersebut sebesar Rp 600.000.000.

Karena korban David tidak memiliki uang sebanyak itu, kemudian berdiskusi dengan saksi Mahmuddin. Setelah David dan Mahmuddin berdiskusi, diketahui bahwa saksi David hanya mempunyai uang sejumlah Rp 211.500.000,-  dan Mahmuddin hanya memiliki uang sejumlah Rp 35.000.000, sehingga jumlah keseluruhan uang tersebut adalah sebesar Rp 246.500.000.

Kemudian korban David mengatakan kepada terdakwa, bahwa dirinya dan Mahmuddin hanya memiliki uang sebesar Rp 246.500.000,-. Mengetahui jumlah uang David dan Mahmuddin hanya sebesar Rp 246.500.000,-  terdakwa pun menyetujui dengan syarat sisanya akan dipotong saat DP 30% dari pekerjaan tersebut telah dicairkan. Jika pekerjaan tersebut tidak ada maka uang David dan Mahmuddin akan dikembalikan seluruhnya.

Kemudian pada 8 Juli 2015, David dan Mahmuddin, menyerahkan uang tersebut kepada terdakwa di Rumah Makan Sri Rahayu Kota Tebingtinggi dengan membuatkan bukti serah terima uang  berupa 1 lembar kwitansi. Pada tanggal 8 Juli 2015 penyerahan uang dari David kepada Amir Hamzah sebesar Rp 211.500.000. Lalu 1 lembar kwitansi tanggal 8 Juli 2015 penyerahan uang dari Mahmuddin kepada Amir Hamzah sebesar Rp 35.000.000.

Selanjutnya sekira bulan Oktober 2015, terdakwa memberitahukan David dan Mahmuddin, bahwa proyek perbaikan Stadion Ramlan Yatim Kota Tebing Tinggi tidak jadi diberikan kepada keduanya.

Dan atas pemberitahuan tersebut, selanjutnya David dan Mahmuddin meminta terdakwa untuk mengembalikan uang mereka. Namun terdakwa tidak mengembalikan uang tersebut.Akibat perbuatan terdakwa, David dan Mahmuddin, mengalami kerugian sebesar Rp 246.500.000., tutupnya. (* ms)