Penganiayaan Seorang Wartawan ini di Duga ada aktor intelektual

Mediasumut.com | TAPTENG |- Penganiayaan yang dialami Wartawan Mingguan terbitan Jakarta, Jaya Pos, Aminuddin Zega (55), bertugas diwilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumut, yang dilakukan oknum anggota salah satu OKP ber-inisial AS, Jumat (29/9) lalu, menguak fakta baru.

Diduga kuat, aksi penganiayaan di dalan

gi seseorang yang ingin melihat Aminuddin Zega terluka. Hal ini terungkap dari pengakuan yang dilontarkan GT, salah seorang rekan pelaku sebelum pemukulan di lokasi kejadian.

Kepada awak media, Minggu (01/10) Aminuddin Zega mengungkapkan, sebelum kejadian pemukulan, GT sempat mengakui akan melukai korban atas suruhan salah seorang oknum dengan iming-iming sejumlah uang. Bila rencana penganiayaan itu terlaksana, para pelaku akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 10 Juta.

GT yang tidak tega untuk menganiaya korban, menceritakan bahwa mereka (GT, AS dan HT) sudah mencari korban selama 4 hari dengan menerima uang operasional sebesar Rp 500 Ribu per orang.

Disinggung mencuatnya satu nama berinisial ST yang di duga berkaitan dengan insiden tersebut, Aminuddin mengatakan, pertemuan bermula dari pesan ST yang mengatakan GT ingin bertemu dengan korban.

“Saat di warung kopi di samping pajak Pandan, ST memberitahu kalau GT ingin ketemu dengan saya. ST sempat minta izin untuk memberikan nomor HP saya kepada GT. Saya saat itu tidak curiga, dan mengiakannya”. sebut Aminuddin.

Selanjutnya disebutkan Aminuddin, pada saat pertemuan di salah satu warung di Jalan Marison Pandan, GT yang didampingi HT sempat curhat dan menceritakan missi yang mereka emban. GT yang tidak tega untuk memukul korban meminta solusi kepada korban.

Saat perbincangan berlangsung, AS yang turun dari mobil Avanza warna silver menghampiri korban dan menghantamkan helm yang di pakainya ke bagian kepala korban hingga mengucurkan darah.

“Dengan emosi AS mencak-mencak kepada GT dan HT sembari mengatakan, “Apalagi yang kalian tunggu”, kenapa nggak dilaksanakan, apa saja pun pasti dilakukan demi uang, karena sakitnya pencaharian sekarang”. ujar Aminuddin, menirukan ucapan pelaku AS.

Saat dipertanyakan apakah sebelumnya ada persoalan antara pelaku dengan korban, Aminuddin menampiknya. Ia mengatakan selama ini hubungannya dengan para pelaku baik-baik saja. Aminuddin menduga aksi penganiayaan yang dialaminya berkaitan dengan berita-berita yang saat ini menjadi perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat.

“Hubungan saya dengan mereka baik-baik saja kok. Makanya si GT tidak tega untuk memukul saya, sehinga AS muncul dan langsung menghantamkan helmnya ke kepala saya”. timpal Aminuddin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Sektor Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah belum berhasil menangkap pelaku.(*ms)