Masyarakat Kota Tebing Tinggi Antusias Nobar Film G30S/PKI

Mediasumut.com,  T. TINGGI -Semangat untuk Nonton Bareng (Nobar) masyarakat Kota Teb. Tinggi sangat antusias. Hal ini dapat dilihat dari kedatangan mereka di Lap. Merdeka tempat lokasi penayangan film G30S/PKI tersebut. Warga yang datang kelokasi tersebut tua dan muda. Pemko Teb. Tinggi melalui surat edaran yang Dinas Pendidikan menghimbau kepada seluruh Kepala Sekolah beserta jajarannya untuk hadir nobar di Lap. Merdeka.

Turut hadir juga Tokoh Masyarakat Teb. Tinggi Burhannuddin Harahap. Dalam kata-kata sambutan, beliau menyampaikan bagaimana kekejaman PKI di tahun 1965 dengan kebiadapannya. Pemutaran film G30S/PKI ini adalah hasil kerja sama Disdik dengan Kodim 0204/DS yang diselenggarakan pada Senin(25/9) pukul 20.00WIB s/d selesai. 

Foto: oleh budi hartono

Ada beberapa tanggapan dari warga yang menonton diantaranya DWI SHAVILA (17) alumni SMA NEG. 3 T. Tinggi menyatakan bahwa kami selaku generasi muda awalnya mengetahui PKI ini sangat kejam hanya tau dari kulitnya saja, tapi setelah melihat film ini baru memahami komunis PKI tersebut tidak layak ada dibumi nusantara ini terkhusus di kota T. Tinggi dan saya ingat yang dikatakan Bung Karno “Jangan lupakan sejarah”.

Gaung nobar rupanya tidak hanya di Lap. Merdeka saja. Di Market Tebing Tinggi City (MTTC)  & CAFE tempat kumpulnya para kreatifitas kawula muda yang berlokasi di jl. Pala sektor 3 Kel. Bdr. 

Utama juga mengadakan nobar film G30S/PKI untuk warga sekitar yang tidak berangkat ke lap.merdeka. Dayat selaku pengelola mttc tersebut menyatakan bahwa nobar ini diadakan agar masyarakat terutama generasi muda dapat mengetahui masa kelam sejarah Indonesia saat adanya PKI yang tidak punya perasaan saat membantai para putra terbaik bangsa di lubang buaya. Moral mereka yang biadap. Sekarang pelajaran moral (PMP) disekolah sudah ditiadakan. 

Lihat generasi bangSa sekarang moralnya sudah sangat bobrok. Hal ini seharusnya menjadi perhatian yang sangat serius bagi penyelenggara negara ini terutama Kementrian Pendidikan. Ganti mentri ganti program, janganlah didalam benak pemikiran mereka segala sesuatu dijadikan bisnis ujar Dayat.   (*budi hartono)