Berniat Hendak membantu Mengerjakan PR,  adiknya tewas saat mau ke Warner

Mediasumut.com | TAPTENG | – Peristiwa kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang mengakibatkan Marlianus Gulo (22), warga Desa Simarlelan Garoga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), tewas menggenaskan dengan luka parah di bahagian kepala, Senin (4/9) malam sekira pukul 21.00Wib setelah tabarakan dengan pengendara jenis Karisma.

Marlianus mengendarai sepeda motor bermerk Vixion nomor polisi BB 2991 MY, dengan kecepatan tinggi ingin cepat sampai diwarnet. Tepat dijalan Tukka – Pandan, depan SMA-S Frnsiskus tanpa memperhitungkan pengendara Septor (sepeda motor) jenis Karisma BB 3138 NJ datang dari arah berlawanan membonceng istri dan anaknya, tabrakan-pun tak terhindarkan.

Sekira pukul 21.10wib, Marlianus Gulo dengan menggunakan mobil pic-up tiba di RSUD Pandan, dengan kondisi tidak sadarkan diri. Tidak berapa lama mobil minibus jenis Toyota Kijang tiba membawa korban lainnya.

Menurut informasi yang dikutip Monalisa, Rabu (6/8) di RSU Pandan, pengendara Karisma, Saleman Zalukhu (45) warga Jalan Kartini No. 61 Belakang Kecamatan Pandan itu mengalami luka dibahagian kaki kiri, sementara anaknya Dicky Prasetyo Zalukhu (6)mengalami luka lecet dibahagian tangan. istrinya, Saranida Hutapea (45) mengalami luka serius dibahagian kedua kaki, lutut membiru, dan kedua lengan tangan lecet-lecet.

Menurut adik kandung korban, Erna (14) Kelas I salah satu SMA di Tapteng, Sebelum kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa abang kandungnya Marlianus, Erna meminta abangnya untuk membantu menyelesaikan tugas dari sekolahnya.“Saya dan abang tinggal kos-kosan di Perumahan Pemda dekat SMAN 2 bang, sebelum kecelakaan terjadi kami berada di rumah bibi. Saat itu saya meminta Abang (Marlianus–red) untuk membantu saya menyelesaikan tugas dari sekolah”. kata Erna.

Karena tugas tersebut bahannya harus diambil dari Warnet, selanjutnya Marlianus berangkat mengenserai sepeda motornya Vixion, dan meninggalkan Erna di rumah bibinya.“Abangku permisi mau ke warnet mengambil data untuk tugas sekolah ku di warnet, dia pergi naik motornya, tak berapa lama aku mendapat informasi abang aku tabrakan. Secepatnya aku bersama bibi langsung berangkat ketempat kecelakaan di depan SMA Fransiscus. Kami dapati abang tergelatak di jalan tidak sadarkan diri dan tidak bisa bicara, darah keluar dari telinga dan hidungnya”. kata Erna sedih.

Dengan pertolongan pengemudi mobil pic-up kebetulan saat itu lewat, lalu membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan. Namun nyawa Marlianus tidak tertolong lagi. “Dokter sudah berupaya, nampak dada (jantung) abang dipompa, tapi kata dokter, nyawa abang saya tidak tertolong lagi”. ketus Erna.

Secara terpisah, Kapolres Tapteng, AKBP Hari Setyo Budi, melalui Kasat Lantas AKP Husni Yusuf saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon gemgamnya, Rabu (6/9), membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa tabrakan itu masih dalam proses olah TKP.“Memang benar ada tabrakan, dan personil kita masih melakukan olah TKP”. Ujarnya. (*ms)