Warga  Tidak Datang ketika Di Undang Dandim,  Terkait Pengosongan Lahan kantor LVRI 

Mediasumut.com  –  SIANTAR | – Luas tanah 3829 m2 yang terletak dijalan ponegoro nomor 1 Pematang Siantar mulai dipermasalahkan.Pasalnya bangunan kantor LVRI yang berdiri diatas tanah itu sudah puluhan tahun dan saat ini memang resmi menjadi kantor.Namun ada beberapa hal yang aneh,selain bangunan kantor ada juga bangunan rumah penduduk yang tidak jelas bagaimana bisa ditempati oleh masyarakat.

Untuk menindak lanjuti permasalahan ini Kartiman Marbun selaku ketua LVRI Cabang Siantar melayangkan surat undangan per 31 agustus 2017 kepada beberapa penghuni yang menempati kompleks kantor LVRI,untuk dapat hadir pada tanggal 4 september 2017 bertempat di kantor LVRI Jalan ponegoro nomor 1 bertujuan untuk musyawarah tentang pengosongan hunian di areal kompleks kantor tersebut.

Undangan yang dijadwalkan pada pukul 9.30 tidak dimulai berhubung beberapa masyarakat yang dimaksud tidak menghadiri dan akhirnya dibatalkan,meskipun dalam pertemuan tersebut sudah dihadiri Danramil Siantar Barat Kapten W.Bimo,Pasi intel Kodim Simalungun Lettu Ej Sipayung dan P.Sibarani mewakili kelurahan Prokalamasi.

Dahlan,sebagai Sekjend LVRI Siantar sangat menyayangkan terhadap undangan yang dimaksud,dengan tidak hadir nya penghuni seputar komplek kantor ada kesan yang tidak baik,padahal pada dasarnya menurut Dahlan diundang adalah bertujuan untuk membicarakan hal ini secara baik baik.

“Undangan yang kita layangkan juga diketahui oleh Komandan Kodim 0207 tertanda tangan Letkol Infantri Oni Kristiyono Goendong dan Ketua Pemuda Panca Marga PC.Pematang Siantar Maringan Nababan,” jelasnya.

Setelah ini,Dahlan mengatakan tetap akan mengundang kembali untuk yang kedua kalinya,namun hari ini Senin (4/09) LVRI secara resmi akan menyurati Dandim 0207 Simalungun atas apa yang terjadi hari ini.

Danramil Siantar Barat didampingi Pasi intel Kodim Simalungun ketua Lvri dan ketua PPM sempat berkeliling mengitari kompleks kantor. (*ms)