Antara Usungan Parpol dan Perseorangan (independen)

Mediasumut.com | – Jadi,pada prinshifnya bulan November mendatang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sudah selesai direkrut diseluruh daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara yang akan mengikuti pilkada 2018. Nah, untuk selanjutnya akan melakukan tugas verifikasi faktual terhadap Kartu Tanda Penduduk (KTP) para pemberi dukungan para bakal pasangan calon (paslon) dari jalur perseorangan yang mendaftar.

Berbicara tentang penyelenggaraan pilkada, tentu tidak terlepas dari alokasi anggaran yang akan digunakan pada pelaksanaan pilkada termasuk para calon yang ikut meramaikan Pilkada Gubernur Sumatera Utara. Khusus untuk pelaksanaan pilkada gubernur sumut, alokasi anggaran pilgubsu sebahagian telah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Sumut Tahun Anggaran 2017. Dimana KPU Sumut akan menerima sebanyak Rp. 363.781.654.440 yang akan dipergunakan untuk memenuhi alokasi kebutuhan atas dana berdasarkan tahapan yang dibuat dan atau dilaksanakan mulai bulan September 2017.

Estimasi total anggaran yang dibutuhkan dan telah diajukan oleh KPU Sumut adalah sekitar Rp. 995 miliar. Namun, untuk tahun 2017 ini yang akan dikucurkan adalah sebesar Rp. 363 miliar lebih. Sehingga, sisa anggaran pilgubsu sumut tersebut, kemungkinan besar akan ditampung pada anggaran R-APBD Sumut tahun 2018 yang akan datang.

Dalam hal pengajuan anggaran pilgubsu 2018 sebagaimana yang kami sebutkan diatas, sebenarnya sudah dilakukan sejak lama bahkan sudah melalui pertemuan rutin dengan para pemangku kepentingan di 8 (delapan) daerah kabupaten/kota di Sumut yang turut serta melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018.

Bicara tentang ‘mimpi’ para bakal pasangan calon (paslon) perseorangan (independen) maupun usungan partai politik yang memiliki hasrat untuk maju dalam pilgubsu 2018, maka dinamika keinginan untuk maju menuju kursi sumut 1 dan sumut 2 dari para elit pimpinan partai politik (parpol) tidak sembarang maju apa lagi kos yang harus dikeluarkan,KPU yang didanai pemerintah saja hampir 1 Triliun rupiah anggran yang dipergunakan,apa lagi calon itu sendiri,paling tidak dua kali lipat dari anggran KPU.

Mengapa? Tentu, hal ini bisa dilihat langsung dari road show politik sehari-hari yang dilakukan oleh para “kandidat gubsu”, misalnya HT Erry sebagai calon incumbent (petahana) akan memiliki keinginan besar untuk maju di pilgubsu berpasangan dengan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu dan telah mendapat rekomundasi DPP Partai Golkar,JR Saragih yang sudah jor-joran road show politiknya diberbagai daerah belum juga mendapat rekomundasi dari Paratai berlambang bintang mercy besutan SBY itu,dirinya sebagai ketua DPD-PD Sumut belum menjadi ukuran rekom jatuh ketangannya.Alhasil partai partai besar sampai saat ini masih menyimpan para jagoannya yang ingin bertanding pada Pilgubsu 2018 mendatang.

Munculnya nama Gus Irawan Pasaribu,Tuani Lumban Tobing,Nurdin Tampubolon yang kesemuanya juga merupakan pimpinan puncak para partai politik (parpol) di Sumut (Dewan Pimpinan Daerah atau DPD Sumut). Dengan kata lain, masih coba coba,sementara mereka sudah investasi besar-besaran untuk merebut posisi pucuk pimpinan DPD Partai Politik di Sumut,apakah mereka ingin kembali investasi merebut Kursi Sumut 1 dengan alokasi anggaran yang super menakjubkan buat masyarakat awam.Belum lagi Partai Nasdem dengan anak emasnya Prananda juga ingin berlaga di Pilgub Sumut.

Belakangan muncul kembali nama Efendi Simbolon dedengkotnya PDIP,dihadapan wartawan dirinya akan ikut berlaga kembali,bursa calon Gubernur Sumatera Utara semangkin cetar membahana,tokoh tokoh elit partai politik kelas atas mulai ramai meramekan pertarungan Sumut 1 dan Sumut. (*ms)