Warga jengkel ada bangunan Liar di atas tanah Pemkab Tapteng

Mediasumut.com  | TAPTENG | -Warga Desa Simpang Tiga Lae Bingke Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), bingung. Ada bangunan duatas tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, tepatnya disamping SDN 156320 Simpang Tiga 2 Desa Simpang Tiga Laebingke.

Warga sekitar tidak mengetahui, bahkan tidak melihat ada tertempel papan informasi, atau plank proyek di lokasi bangunan, sehingga warga menduga bangunan itu milik Kepala Sekolah (Kepsek). Atau sengaja menutup-tutupi asal usal bangunan itu agar masyarakat tidak dapat mengetahui dan mengontrol bangunan itu, kata warga sekitar, Senin (21/8) saat dihampiri Mediasumut.com  di sekitar SD Simpang Tiga 2 Desa Simpang Tiga Laebingke.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng sudah be-umur 72 tahun, namun masih belum dapat memperoleh informasi atas kehadiran pembangunan dikampungnya.

“Seharusnya keterbukaan ini sudah layak diperoleh dan ketahui masyarakat, agar kami tau bangunan apa yang diperuntukkan didesa oleh pemerintah. Sudah 72 tahun umur Pemkab Tapteng, kenapa masih ada pejabat di masa kepemimpinan Bupati Bakhtiar Sibarani, yang tertutup atau sengaja menutup-nutupi informasi..?”. kata warga jengkel.

Seogianya warga mengetahui asal usul bangunan itu, agar masyarakat mengetahui Bupati Bakhtiar Sibarani dan Wakilnya Darwin Sitompul membangun Tapteng. Sehingga warga dapat tau apakah itu bangunan pemerintah atau bangunan milik peribadi kepsek diatas tanah milik pemerintah.

“Jika bangunan ini yang dialokasikan Dinas Pendidikan Tapteng, apakah masih wajar kami tidak mengetahunya..? berapa besar bangunan diatas tanah milik pamerintah ini, siapa pemilik bangunan”. tukas warga sekitar yang tidak mau dipublikasikan namanya.

Untuk diketahui, kesalahan pemasangan besi tulang pondasi bangunan, pihak pengawas dari Dinas Pendidikan Tapteng sempat meminta agar pondasi yang sudah sempat dicor untuk dibongkar kembali, dan ditambahkan besinya.

Secara terpisah, Kepsek SDN 156320 Simpang tiga 2, Nurhotia Siregar, tidak berhasil dikonfirmasi. Alasannya anggotanya Kepsek sedang tidak berada disekolah.

Sebelumnya, kepala sekolahnya menjelaskan, bahwa pemasangan plank informasi proyek tidak ada dianjurkan oleh pihak Dinas Pendidikan Tapteng.

“Kalau ada dianjurkan, pasti akan saya tempelkan, tapi dananya berkisar Rp400 juta lebih,” ujar kepala sekolahnya, Sabtu (19/8/2017) kemarin.

Pj Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, Herman Suwito saat hendak dilonfirmasi Mediasumut.com , tidak berhasil. Menurut staf Dinas Pendidkan Tapteng, Pj Kadis sedang diluar.(*ms)