Kadesnya terindikasi KKN Pelaksanaan Dana desa,  warga Datangi kantor camat Manduama

Mediasumut  | TAPTENG | – Mewakili masyarakat Desa Tumba Nauli, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (22/8) datangi Kantor Camat Manduamas untuk melaporkan Kepala Desanya lakukan KKN untuk pelaksanan proyek yang bersuber Dana Desa.

Kedatangan warga Tumba Nauli untuk mempertanyakan langsung kepada Camat Manduamas, Apriandi Tanjung SPd tentang struktur kepengurusan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada TA 2017.

Namun, kehadiran perwakilan warga Tumba Nauli tidak berhasil jumpa dengan Camat, karena Camat Manduamas sedang berada di Kantor Bupati Tapteng di Pandan, perwakilan warga Desa Tumba Nauli, Frans Hardi Simanullang (37), Amon Situmorang (67), Hasiholan Tumanggor (36), Sawitan Sihotang (55) dan Jelita Hati Tumanggor (43), disambut Kasi PMD Kecamatan Manduamas, Robert Silaban.

Kepada Kasi PMD, perwakilan warga mempertanyakan tentang struktur kepengurusan pengelolaan Dana Desa, yang dinilai selama ini tidak transparan kepada warga setempat.

Selain itu, warga juga ingin tau, siapa saja pengurus didalam struktur pengelolaan dana desa di desa mereka, karna warga merasa pengelolaan kegiatan itu, dikelola secara satu keluarga, (KKN) tanpa melibatkan pihak lain masyarakat setempat.

“Kami ingin mempertanyakan kepengurusan tentang struktur pengelolaan dana desa, struktur pemerintahan aparat desa, sebab sudah 2 tahun tidak diketahui warga siapa saja, Sekdes, BPD, LPM, TPK dan kepala lorong di desa mereka”. kata Jelita H Tumanggor.

Selanjutnya, Frans H Simanullang, mempertanyakan sruktur pengelolaan dana desa yang dianggap tidak transparan, dimana pada saat mulai dikerjakan, tidak ada undangan kepada warga setempat untuk melaksanakan Musyawarah Desa (MD) Pra Pelaksanaan.

“Desa lain, sebelum kegiatan dikerjakan, diawali dengan kegiatan Musyawarah Desa Pra Pelaksanaan kerja dana desa. Namun mengapa didesa Tumba Nauli tidak dilaksanakan”. tanya Frans.

Kasi PMD, Robert Silaban, menampung segala aspirasi warga, dan berjanji akan menyampaikan keluhan warga Tumba Nauli itu kepada pimpinannya Camat manduamas, agar bisa dibahas dengan duduk bersama setelah pulang dari Pandan.

Berhubung perwakilan masyarakat ini belum jumpa dengan Camat, mereka berjanji akan datang lagi minggu depan dengan warga lainnya menjupai camat langsung. “Minggu depan kami akan datang lagi bersama warga desa Tumba Nauli lainnya untuk menyampaikna aspirasi kami langsung kepada camat”. tandas Jelita Hati Tumanggor, dimanini rekannya.(*ms)